IHSG Melemah 1,67% ke Level 6.045, Tekanan Jual Masih Berlanjut

|

GUGAH.CO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Berdasarkan pantauan sekitar pukul 10.16 WIB, IHSG berada di level 6.045,37, turun 102,49 poin atau 1,67% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.147,86.

Tekanan jual terlihat masih mendominasi sejak awal sesi perdagangan. IHSG dibuka di level 6.118,81 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.126,62 sebelum berbalik melemah. Hingga pukul 10.16 WIB, indeks telah menyentuh level terendah harian di 6.013,08, sebelum bergerak naik tipis ke kisaran 6.045.

Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan di pasar saham domestik masih berlanjut pada sesi pagi, dengan IHSG bergerak jauh di bawah level pembukaan.

Baca Juga:  IHSG Dibayangi Tekanan, Aturan Harga Minimum Rp1 Berpotensi Mengubah Peta Perdagangan Saham Murah

Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh tekanan pada sejumlah sektor, terutama sektor teknologi, kesehatan, dan real estat. Sementara itu, saham-saham yang menjadi pemberat indeks antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Di sisi lain, beberapa saham masih memberikan penopang terhadap pergerakan indeks, di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR). (Kode saham Olympus Strategic Indonesia perlu dipastikan kembali sebelum dipublikasikan.)

Baca Juga:  IHSG dan Rupiah Tertekan, Kusfiardi: Pasar Sedang Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia

Tekanan terhadap IHSG terjadi bertepatan dengan mulai berlakunya kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar di pasar reguler dan pasar tunai sejak 28 September 2026.

Perubahan tersebut juga diikuti penyesuaian batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Untuk saham dengan harga Rp1–Rp10, batas ARA dan ARB ditetapkan sebesar Rp1, sementara skema ARB asimetris 15% masih diberlakukan untuk saham dengan harga di atas Rp10 hingga akhir 2026.

BEI menyatakan kebijakan tersebut bertujuan memperluas rentang perdagangan saham, meningkatkan kualitas pembentukan harga (price discovery), mendorong likuiditas pasar, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi investor dalam bertransaksi.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: IHSG Anjlok 4 Persen ke Level 6.440

Di sisi eksternal, sentimen global juga masih membayangi pasar domestik. Kebijakan moneter global yang ketat, penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan harga energi, serta tingginya suku bunga global dinilai masih berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan, termasuk di Indonesia.

Sementara itu, dari pasar valuta asing, rupiah sebelumnya juga ditutup melemah 0,53% ke level Rp17.965 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS, yang turut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran