IHSG Rebound Usai Dibuka Melemah, Analis Masih Waspadai Tekanan Bearish

|

GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan, Selasa (20/10/2026). Setelah dibuka di zona merah, IHSG langsung berbalik menguat dan dalam dua menit pertama perdagangan melonjak sekitar 1,8 persen ke level 5.087.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat turun 16,44 poin atau 0,33 persen ke posisi 4.980.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi pada awal perdagangan mencapai 6,47 miliar saham dengan nilai Rp3,28 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 159.563 kali.

Sebanyak 291 saham menguat, 306 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan.

Meski sempat rebound, sejumlah analis masih menilai pergerakan IHSG dibayangi tekanan, terutama menyusul rencana reformasi indeks oleh BEI.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut perhatian pasar tertuju pada rencana BEI mengeluarkan sekitar 80 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap indeks.

Baca Juga:  Ditengah Carut Marut IHSG, Saham Tempo Naik 28 Persen

Menurut BRI Danareksa, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, bukan sebagai langkah delisting.

“Pasar masih menantikan kejelasan implementasi serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran MSCI dan risiko capital outflow,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, BRI Danareksa menilai IHSG masih berada dalam tren bearish setelah menembus neckline di level 6.000. Indikator MACD juga masih berada di area negatif dengan momentum pelemahan yang menguat.

Level support berada di kisaran 4.953 dan 4.757, sedangkan resistance berada di level 5.100 dan 5.340.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham INCO, AADI, dan BUKA.

Baca Juga:  BEI Resmi Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen, Ini Dampaknya bagi Investor dan IHSG

Phintraco: Volatilitas Jangka Pendek Berpotensi Meningkat

Phintraco Sekuritas menilai langkah BEI meningkatkan transparansi melalui penyesuaian saham HSC dan keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham dapat mendukung pemenuhan standar MSCI, meski belum menjamin respons positif dari penyedia indeks global tersebut.

Dalam jangka pendek, penyesuaian komposisi saham HSC diperkirakan dapat meningkatkan volatilitas pasar karena sejumlah saham memiliki bobot besar terhadap IHSG.

Secara teknikal, Phintraco memperkirakan tekanan terhadap IHSG masih berlanjut dengan area support di kisaran 4.800–4.900. Namun apabila saham-saham berkapitalisasi besar mulai pulih, IHSG berpeluang kembali bergerak di atas level 5.000.

Phintraco merekomendasikan saham DSSA, AADI, UNTR, ITMG, dan INCO.

Wall Street Menguat, Asing Masih Jadi Tekanan

CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan mayoritas indeks Wall Street, peluncuran dua inisiatif baru BEI, serta kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi sentimen positif bagi pasar.

Baca Juga:  IHSG Anjlok 8% Saat Pembukaan, Bursa Langsung Trading Halt di Tengah Tekanan Global

Di sisi lain, aksi jual investor asing dan tekanan pada saham Bank Central Asia (BCA) masih menjadi faktor yang membatasi penguatan IHSG.

CGS memperkirakan IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada kisaran support 4.870–4.740 dan resistance 5.120–5.250.

Saham pilihan CGS meliputi BTPS, AADI, PTBA, AALI, DMAS, dan ADRO.

Sementara itu, Panin Sekuritas juga memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah akibat sentimen potensi penurunan peringkat MSCI, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, dan berlanjutnya arus keluar dana asing.

Untuk perdagangan hari ini, Panin merekomendasikan saham HRUM, BBRI, dan TAPG.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran