MUI Sukawening Luncurkan Pengajian Triwulanan, Ormas Islam Satukan Langkah

|

GUGAH – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, meluncurkan program pengajian rutin triwulanan sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan pembinaan keagamaan masyarakat.

Kegiatan perdana tersebut digelar di Masjid Jami’ An Najaat dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan perwakilan MUI desa se-Kecamatan Sukawening.

Ketua MUI Kecamatan Sukawening, K.H. Rd. Sa’ad Aliyudin, menyampaikan bahwa pengajian ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan berkala, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah serta menyatukan langkah antarelemen umat Islam di Sukawening.

Melalui forum yang dilaksanakan secara rutin, MUI berharap terbangun komunikasi yang lebih erat dan sinergi dalam pembinaan umat di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Nobar Persib vs Persijap Siap Digelar di Garut, Viking Distrik Ajak Bobotoh Birukan SOR Adiwijaya

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Hasan, dilanjutkan tawassul dan shalawat yang dipimpin Ketua MUI Kecamatan Sukawening. Acara kemudian diisi sambutan dari Kepala Desa Sukasono selaku tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (PERSIS), Syarikat Islam (SI), Persatuan Ummat Islam (PUI), Muhammadiyah, dan para Ketua MUI Desa.

Kehadiran berbagai organisasi tersebut menjadi bagian penting dari konsep pengajian yang diinisiasi MUI Sukawening. Forum ini dirancang sebagai ruang silaturahmi dan komunikasi lintas organisasi keislaman, sehingga pembinaan masyarakat dapat dilakukan secara lebih terpadu, saling mendukung, dan memperkuat kebersamaan.

Baca Juga:  Doa untuk 5 Wartawan yang Hilang Saat Meliput Aktivitas Anak Krakatau

Rangkaian acara dilanjutkan dengan taushiyah ilmiah yang disampaikan Sesepuh Pondok Pesantren An Najaat, K.R. Maolani Zarkasy, dengan dukungan Komisi Dakwah MUI Kecamatan Sukawening. Taushiyah tersebut menjadi penguatan substansi kegiatan setelah peserta mengikuti rangkaian pembukaan dan silaturahmi lintas organisasi.

Program pengajian ini dijadwalkan berlangsung setiap tiga bulan sekali. Untuk memperluas partisipasi masyarakat, lokasi pelaksanaannya akan digilir dari satu desa ke desa lainnya di wilayah Kecamatan Sukawening.

Melalui sistem pergiliran tersebut, MUI berharap kegiatan tidak terpusat di satu lokasi, sekaligus memberi kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mengikuti pengajian. Selain itu, pola ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara MUI, para ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan Islam, dan masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga:  Garut Pimpin Jabar di Urusan Jalur Transportasi, Jalan Aspal Tembus 290 Kilometer

Peluncuran pengajian triwulanan ini menjadi langkah awal MUI Kecamatan Sukawening dalam membangun forum keagamaan yang berkelanjutan. Selain memperkuat pemahaman keislaman, program ini diharapkan mampu menjaga tradisi silaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun sinergi antarelemen umat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran