Aktivis Muda NU Betawi Khotibul Umam Dukung KH. Syamsul Ma’arif sebagai Sekjen PBNU

|

GUGAH — Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU) dari Betawi, H. Khotibul Umam, menyatakan dorongan kepada KH. Syamsul Ma’arif untuk mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bagi Khotibul Umam, posisi Sekjen PBNU membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki kapasitas organisasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan menjembatani berbagai unsur di lingkungan NU.

“Menurut saya, ada beberapa alasan yang membuat KH. Syamsul Ma’arif memiliki modal penting untuk menjalankan amanah tersebut,” ujar Khotibul Umam.

Pertama, adanya chemistry yang telah terbangun dengan PWNU. Umam menyebut PWNU sebagai salah satu pihak yang sejak awal memberikan dukungan kepada Gus Kikin. Menurutnya, kedekatan komunikasi dan sinergi yang telah terbangun menjadi modal penting dalam membangun koordinasi antara PBNU dan struktur NU di daerah.

“PWNU menjadi salah satu yang pertama memberikan dukungan kepada Gus Kikin. Bagi saya, itu menunjukkan adanya chemistry dan komunikasi yang sudah terbangun. Ini penting bagi seorang Sekjen karena pekerjaan organisasi tidak mungkin dilakukan sendirian,” katanya.

Baca Juga:  Bulog Cianjur Gandeng TNI-Polri Awasi Bantuan Pangan

Kedua, KH. Syamsul Ma’arif bukan pejabat publik. Umam menilai posisi tersebut memberikan ruang yang relatif lebih besar untuk mencurahkan perhatian dan energi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi di PBNU.

“Sekjen membutuhkan fokus dan intensitas kerja yang tinggi. Karena beliau bukan pejabat publik, saya melihat ada ruang yang lebih besar untuk berkhidmat dan mencurahkan waktu bagi kepentingan organisasi,” ujar Umam.

Ketiga, kemampuan untuk diterima oleh berbagai kalangan. Umam memandang kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok sebagai aspek penting dalam menjalankan posisi Sekjen PBNU.

“NU adalah organisasi besar dengan latar belakang warga dan struktur yang sangat beragam. Sekjen membutuhkan figur yang bisa berkomunikasi dengan banyak kalangan, mampu merangkul, dan tidak menciptakan jarak dengan kelompok-kelompok yang berbeda,” tuturnya.

Baca Juga:  Guru Al-Hikam Harus Jadi Teladan, Bukan Sekedar Pengajar

Menurut Umam, ketiga pertimbangan tersebut menjadi dasar dirinya memberikan dukungan kepada KH. Syamsul Ma’arif.

Ia berharap dinamika organisasi dalam menentukan kepemimpinan PBNU dapat berlangsung dengan mengedepankan persatuan, komunikasi, dan kepentingan jam’iyah.

“Pada akhirnya, yang paling penting adalah bagaimana kepemimpinan PBNU ke depan mampu memperkuat konsolidasi organisasi dan menghadirkan kemaslahatan bagi warga NU,” pungkas Khotibul Umam.

Beberapa hal yang bisa menjadi perhatian dalam diskusi mengenai KH. Samsul Ma’arif sebagai Sekretaris Jenderal PBNU antara lain:

1. Hubungan dan komunikasi yang telah terbangun dengan berbagai struktur NU di daerah. Salah satunya, PWNU yang sejak awal menunjukkan kedekatan komunikasi dengan Gus Kikin, sehingga terdapat chemistry dan kesamaan pemahaman dalam membangun sinergi organisasi.

Baca Juga:  Ajukan Justice Collaborator, Sony Sonjaya Berpotensi Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi MBG

2. KH. Samsul Ma’arif tidak sedang menjabat sebagai pejabat publik, sehingga memiliki ruang dan waktu yang lebih leluasa untuk memberikan perhatian penuh terhadap tugas-tugas organisasi, konsolidasi jam’iyah, serta penguatan program-program PBNU.

3. Dikenal sebagai sosok yang dapat berkomunikasi dan diterima oleh berbagai kalangan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kemampuan membangun jembatan komunikasi dengan beragam elemen menjadi modal penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan merawat tradisi musyawarah di tubuh organisasi.

4. Semangat yang diusung adalah memperkuat PBNU sebagai rumah besar seluruh warga Nahdliyin, dengan mengedepankan kebersamaan, keterbukaan, dan pengabdian untuk kemaslahatan umat.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan PBNU dapat terus menjalankan peran strategisnya dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat secara lebih optimal.

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran