Bulog Cianjur Gandeng TNI-Polri Awasi Bantuan Pangan

|

GUGAH – Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur memperketat pengawasan penyaluran bantuan pangan menyusul terungkapnya dugaan penyelewengan bantuan di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun. Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, Bulog menggandeng TNI dan Polri dalam proses pendampingan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan kasus yang terjadi di Desa Sukapura berkaitan dengan sisa alokasi bantuan milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah meninggal dunia, namun masih tercatat sebagai penerima.

Ia menjelaskan, sebanyak 137 paket bantuan pangan seharusnya dialihkan kepada penerima yang berhak atau disimpan sesuai prosedur. Namun, bantuan tersebut justru ditemukan warga tersimpan di sebuah ruangan di kantor desa setelah masyarakat mempertanyakan penyalurannya.

Baca Juga:  Dinkes Kota Tasikmalaya Gencarkan Gerakan Aksi Bergizi, Siapkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

“Penyelewengan ditemukan warga yang sempat mendatangi kantor desa guna mempertanyakan pendistribusian bahan pangan, di mana warga menemukan bahan pangan yang disalurkan Bulog ke Desa Sukapura tersimpan di sebuah ruangan,” katanya, Kamis (25/6).

Menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial itu, Bulog langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak dan turun ke lapangan untuk mengklarifikasi sekaligus menelusuri duduk persoalan.

Hasil penelusuran menunjukkan telah dilakukan mediasi dan musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, Forkopimcam, kepolisian, warga, serta pihak yang diduga terlibat dalam dugaan penyelewengan bantuan pangan.

Baca Juga:  Jelang Pelantikan Ansor Pangandaran, Puluhan Peserta Ikuti Diklatsar Banser untuk Perkuat Ideologi dan Pengabdian

Dalam proses tersebut, oknum yang diduga terlibat disebut mengakui sempat berencana menjual sebagian bantuan pangan dengan mengganti karung beras untuk menghilangkan jejak. Namun, rencana itu gagal dilakukan karena lebih dulu diketahui warga. Seluruh 137 paket bantuan pun masih dalam kondisi utuh.

“Bantuan yang hendak akan dijual merupakan sisa kuota dari KPM yang tercatat telah meninggal dunia atau pindah domisili, seharusnya sesuai prosedur bantuan tersebut seharusnya dialihkan kepada keluarga inti atau penerima cadangan,” katanya.

Baca Juga:  Cari Burung di Hutan Bunihayu Subang, Seorang PNS Asal Bandung Barat Dilaporkan Hilang

Sebagai tindak lanjut, Bulog memastikan bantuan tersebut akan kembali disalurkan sesuai ketentuan kepada penerima cadangan di Desa Sukapura pada 27–28 Juni 2026, sehingga seluruh paket bantuan dapat diterima masyarakat yang berhak.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Bulog juga akan memperketat pengawasan dengan melibatkan aparat keamanan dalam setiap proses distribusi.

“Kami melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendampingan saat penyaluran, ke depan dalam penyaluran akan dilakukan monitoring dan evaluasi terutama di desa yang telah menerima bantuan,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran