Tinjau Pantai Pondok Bali, Bupati Subang Tegaskan Komitmen Jaga Ekosistem Mangrove

|

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita melakukan peninjauan langsung ke Kawasan Wisata Pantai Pondok Bali pada Sabtu (2/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda monitoring aset daerah yang memiliki potensi ekonomi tinggi serta peran vital dalam mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Desa Mayangan, Darto, memberikan apresiasi atas sikap responsif Bupati dalam menyerap aspirasi masyarakat terkait isu lingkungan. Darto menyoroti adanya dugaan deforestasi hutan mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi kolam pemancingan ikan.

Baca Juga:  PMII Purwakarta: MBG Adalah Program yang Baik, Namun Tidak dengan Penyimpangannya

Berdasarkan informasi yang beredar, alih fungsi lahan tersebut terjadi di atas lahan milik pribadi (SHM No. 74) atas nama Endang Saputra. “Sangat disayangkan, karena masyarakat Desa Mayangan sudah sangat mencintai mangrove. Saya sedih melihat kondisi tersebut meski berada di tanah milik pribadi,” tegas Darto.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menegaskan bahwa ekosistem mangrove merupakan bagian krusial dari tatanan alam yang harus dijaga. Selain sebagai sumber hara bagi tanaman dan makanan bagi biota laut, mangrove berperan penting dalam memitigasi bencana.

Baca Juga:  Harga Emas di Pegadaian Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru Kamis 11 Juni 2026

“Kita harus menjaga alam dan lingkungan. Jangan sampai ada alih fungsi lahan yang tidak bermanfaat atau bahkan merusak ekosistem yang ada,” ujar Kang Rey. Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan mangrove akan memperburuk risiko dan intensitas banjir rob yang selama ini sudah menghawatirkan bagi warga pesisir.

Bupati memastikan komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk menyeimbangkan pesatnya pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Kebijakan daerah ke depan akan lebih menekankan pada peningkatan ketahanan daerah yang berbasis ekologi.

Baca Juga:  Bupati Ciamis Serahkan Bantuan Infak Kebencanaan 2026

“Kita harus menyeimbangkan (balance) antara ekosistem dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran