GUGAH — Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang mulai mendapat sorotan dari daerah. PCNU Garut mengaku hingga kini belum menerima undangan resmi sebagai peserta muktamar dari panitia.
Sekretaris PCNU Garut, Dr. KH. Aceng Hilman Umar Basori, meminta panitia Muktamar segera memberikan kejelasan mengenai mekanisme dan distribusi undangan kepada PCNU di daerah.
“Sampai saat ini kami belum menemukan, belum mendapatkan surat undangan Muktamar sebagai peserta pada saat Muktamar ke-33 di Jombang,” kata Aceng dalam pernyataannya diterima Gugah.co Sabtu (22/8/2026).
Menurut dia, bukan hanya undangan resmi yang belum diterima. Informasi mengenai rundown pelaksanaan muktamar juga dinilai masih belum jelas. Kondisi tersebut, kata Aceng, menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan panitia dalam menggelar forum tertinggi NU tersebut.
“Rundown juga masih simpang siur seperti ini, undangan resmi juga belum kami terima. Ini kinerja panitia ini serius atau tidak?” ujarnya.
Aceng menilai persoalan undangan tidak semestinya dianggap sebagai persoalan administratif semata. Bagi PCNU Garut, kepastian mengenai kehadiran peserta merupakan bagian penting dari kesiapan penyelenggaraan muktamar.
Ia juga mengaku belum mengetahui apakah persoalan serupa dialami PCNU lainnya. Karena itu, Aceng berharap panitia segera memberikan kepastian kepada seluruh PCNU mengenai status dan mekanisme undangan peserta.
“Kami harap panitia itu segera mengirimkan undangan resmi kepada kami PCNU-PCNU,” katanya.
Aceng menegaskan, panitia perlu memastikan penyelenggaraan Muktamar ke-33 berjalan secara profesional, termasuk dalam aspek komunikasi dengan peserta. Menurutnya, keberhasilan muktamar tidak hanya ditentukan oleh kesiapan tempat dan rangkaian acara, tetapi juga kepastian bagi peserta yang akan mengikuti forum tersebut.
“Jangan hanya berpikir tentang pelaksanaan kegiatan, tapi pesertanya sendiri sebagai orang yang paling utama dalam pelaksanaan kegiatan sampai saat ini belum diundang,” tegasnya.
Sorotan PCNU Garut ini menjadi catatan tersendiri menjelang Muktamar ke-33 NU. Kepastian undangan, informasi agenda, dan komunikasi panitia dengan struktur NU di daerah kini menjadi bagian yang ditunggu untuk memastikan pelaksanaan forum berjalan tertib dan profesional.***



Tinggalkan Balasan