Gempa Flores Mengguncang, NU Peduli Fokus Evakuasi dan Kebutuhan Dasar Warga

|

GUGAH — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), meninggalkan pekerjaan besar di lapangan: menyelamatkan warga, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan memetakan dampak bencana di sejumlah wilayah terdampak.

Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, jaringan NU Peduli NTT bersama Ansor, Banser, lembaga, serta badan otonom Nahdlatul Ulama terus bergerak melakukan evakuasi dan membantu warga di lokasi terdampak.

Koordinator NU Peduli NTT, H. Ajhar Jowe, mengatakan penanganan pascabencana masih berfokus pada evakuasi serta pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Sahabat-sahabat Ansor, Banser, bersama seluruh lembaga dan badan otonom Nahdlatul Ulama masih intens melakukan evakuasi dan membantu masyarakat terdampak. Saat ini kebutuhan yang paling mendesak adalah makanan, terutama beras dan makanan siap konsumsi, serta pakaian dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Ajhar melalui sambungan telepon, Minggu (16/8/2026).

Menurut Ajhar, terdapat sedikitnya empat kecamatan yang mengalami dampak cukup parah. Tim di lapangan masih melakukan pendataan untuk memastikan kondisi warga, kerusakan bangunan, serta kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

“Dari data sementara yang berhasil dihimpun NU Peduli, jumlah korban meninggal dunia mencapai 43 orang. Untuk korban luka-luka masih dalam proses konfirmasi dan pendataan. Data tersebut akan terus kami perbarui seiring informasi dari lapangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Merespons Amanat HUT RI ke-81 Wali Kota Bekasi, GP Ansor Bantargebang Siapkan Tim Kelola Sampah

Ketika Guncangan Berubah Menjadi Kepanikan

Gempa utama terjadi pada Sabtu pagi. Berdasarkan informasi BMKG, gempa berkekuatan M7,7 itu berpusat di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust, struktur sesar naik yang berada di belakang busur Flores.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Flores. BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami karena gempa berpotensi memicu perubahan muka laut.

Gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah titik pesisir. Salah satu yang tercatat cukup tinggi berada di Maurole, Ende, dengan ketinggian 0,94 meter. Di sejumlah lokasi lain, gelombang yang terukur berada di bawah satu meter.

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir setelah BMKG tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat.

Namun, berakhirnya peringatan tsunami tidak serta-merta mengakhiri ancaman di lapangan.

Gempa susulan masih terjadi. BMKG mencatat ratusan aktivitas gempa susulan hingga Minggu pagi, termasuk sejumlah gempa dengan magnitudo di atas 5.

Situasi tersebut membuat masyarakat harus tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.

Kerusakan Menyentuh Rumah hingga Fasilitas Publik

Guncangan tidak hanya dirasakan warga. Sejumlah bangunan dan fasilitas publik ikut terdampak.

Baca Juga:  Tak Hanya Buah, Biji hingga Daun Pepaya Juga Punya Potensi untuk Kesehatan

Laporan awal menyebut adanya kerusakan pada bagian bangunan di sejumlah wilayah, termasuk Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Beberapa tembok rumah sederhana dilaporkan roboh atau mengalami kerusakan.

Fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo juga dilaporkan mengalami dampak gempa.

Di lingkungan peradilan, sejumlah Pengadilan Negeri di Pulau Flores turut melakukan pemeriksaan terhadap kondisi gedung dan keluarga aparatur yang terdampak.

Kerusakan yang teridentifikasi sementara antara lain plafon roboh, dinding retak atau terlepas, serta barang-barang yang berjatuhan. Belum terdapat laporan awal mengenai kerusakan berat pada gedung Pengadilan Negeri.

Di Labuan Bajo, kepanikan warga sempat meningkat setelah air laut terlihat surut. Warga kemudian bergerak menuju tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami.

Gempa juga sempat menyebabkan aliran listrik dan jaringan komunikasi terganggu di sejumlah wilayah.

NU Peduli: Bantuan Tak Cukup Berhenti pada Evakuasi

Bagi NU Peduli, fase setelah gempa bukan hanya soal menyelamatkan warga dari reruntuhan.

Ada kebutuhan lain yang segera muncul setelah keadaan darurat: makanan, pakaian, tempat aman, pendataan korban, hingga memastikan warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar tetap mendapatkan bantuan.

Baca Juga:  Aktivis GPII Ingatkan Golkar dalam Memilih Ketua DPRD Kota Tangerang Definitif

Karena itu, konsolidasi Ansor, Banser, lembaga dan badan otonom NU di lapangan diarahkan untuk memperkuat evakuasi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan kebutuhan dasarnya. Evakuasi terus berjalan, pendataan juga terus dilakukan. Kami ingin bantuan yang datang benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan,” kata Ajhar.

Ia menegaskan bahwa data korban dan kondisi wilayah masih bersifat dinamis. Karena itu, NU Peduli terus melakukan verifikasi bersama unsur-unsur di lapangan.

Setelah Gempa, Pekerjaan Terberat Baru Dimulai

Gempa telah berhenti mengguncang dalam skala utama. Peringatan tsunami pun telah berakhir.

Tetapi bagi warga Flores yang kehilangan anggota keluarga, rumah, akses listrik, komunikasi, atau sumber penghidupan, bencana belum benar-benar selesai.

Masa pemulihan membutuhkan kerja yang lebih panjang: memastikan korban mendapatkan pertolongan, memperbaiki tempat tinggal, memulihkan fasilitas publik, dan menjaga agar masyarakat tidak semakin rentan akibat dampak lanjutan.

Di tengah situasi tersebut, NU Peduli bersama jaringan relawannya memilih untuk tetap berada di lapangan.

Sebab dalam bencana, ukuran kepedulian bukan hanya seberapa cepat bantuan datang, tetapi seberapa lama masyarakat terdampak tetap ditemani hingga mampu kembali berdiri.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran