GUGAH – Ketua Pimpinan Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah (PW PGM) Indonesia Jawa Barat, Asep Rizal Asy’ari, melakukan konsolidasi organisasi dengan jajaran Pengurus Cabang (PC) PGM Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2026). Pertemuan yang digelar di kawasan Pantai Cemara itu menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyerap langsung aspirasi para guru madrasah.
Konsolidasi tersebut tidak hanya difokuskan pada penguatan kelembagaan PGM, tetapi juga menjadi forum dialog untuk memetakan berbagai persoalan yang masih dihadapi guru madrasah, terutama terkait kesejahteraan, pengembangan kompetensi, status kepegawaian, hingga perlindungan profesi.
Dalam kesempatan itu, Asep Rizal turut menyerahkan bingkisan kepada sejumlah guru madrasah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas pendidikan di tengah berbagai tantangan.
Menurutnya, guru madrasah memegang peran penting dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berkarakter. Karena itu, peningkatan profesionalitas harus berjalan seiring dengan keberpihakan terhadap kesejahteraan dan kepastian masa depan para pendidik.
“Guru bukan hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, profesionalitas, kompetensi, integritas, dan tanggung jawab guru harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujar dia.
Ia menegaskan, perjuangan PGM tidak boleh berhenti pada urusan administratif pendidikan. Masih banyak persoalan mendasar yang harus diperjuangkan, khususnya bagi guru madrasah swasta yang masih menghadapi tantangan terkait kesejahteraan, status kepegawaian, peningkatan kompetensi, perlindungan hukum, hingga kepastian karier.
“Kita ingin PGM menjadi rumah bersama bagi guru madrasah. Organisasi harus hadir, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi guru. Jangan sampai guru madrasah merasa berjuang sendirian,” tegasnya.
Dalam dialog bersama pengurus dan anggota PGM Cikalong, Asep membuka ruang seluas-luasnya bagi para guru untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Menurutnya, aspirasi dari tingkat akar rumput menjadi landasan penting dalam merumuskan agenda perjuangan organisasi sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Perkuat Soliditas Organisasi
Asep juga mengajak seluruh jajaran PGM di Jawa Barat memperkuat koordinasi dan menjaga soliditas organisasi dari tingkat cabang hingga wilayah. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan madrasah semakin kompleks sehingga membutuhkan organisasi yang kuat dan mampu menjadi jembatan antara kepentingan guru dengan pemerintah.
Pada kesempatan yang sama, ia mengajak seluruh keluarga besar PGM Kecamatan Cikalong untuk berpartisipasi menyukseskan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah se-Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Kota Tasikmalaya.
“Porseni bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan siswa madrasah. Mari kita sukseskan bersama,” ajaknya.
Kunjungan Ketua PW PGM Jawa Barat tersebut didampingi perwakilan Pengurus Daerah PGM Kabupaten Tasikmalaya, Eman Sulaeman. Kegiatan juga dihadiri unsur Forkopimcam Cikalong sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antara organisasi profesi guru madrasah dengan pemerintah di tingkat kecamatan.
Sementara itu, Ketua PC PGM Kecamatan Cikalong, Teten Sudrajat, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan PW PGM Jawa Barat kepada para guru madrasah di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua PW PGM Jawa Barat. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat organisasi dan memperjuangkan aspirasi guru madrasah,” katanya.
Melalui konsolidasi tersebut, PGM Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi, mengawal peningkatan profesionalitas guru, serta memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan profesi guru madrasah agar semakin mendapat perhatian dalam kebijakan pendidikan.***



Tinggalkan Balasan