GUGAH – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal menuai beragam tanggapan. Di tengah perdebatan publik, langkah tersebut dinilai sebagai upaya menarik untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Pengamat kebijakan publik yang juga aktivis GMNI, Rafih Sri Wulandari, menilai kebijakan itu merupakan langkah positif karena melibatkan masyarakat dalam menciptakan ketertiban dan keamanan.
“Ya bagus sih untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan,” kata Rafih saat dimintai keterangan, Kamis (30/7/2026).
Meski demikian, Rafih menegaskan dukungannya terhadap pelibatan masyarakat tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap aksi main hakim sendiri. Menurutnya, penegakan hukum tetap harus berada dalam koridor hukum yang berlaku.
“Saya tidak membenarkan soal main hakim sendiri karna bagaimanapun juga kita negara hukum,” tutur Rafih.
Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara bagi warga yang berhasil melumpuhkan begal maupun pelaku kejahatan jalanan lainnya, kemudian menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup. Warga yang berhasil melakukannya dijanjikan hadiah mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta.
“Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (23/7/2026).***



Tinggalkan Balasan