Model Pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar Jadi Sorotan Internasional, Tata Sukayat Dorong Masjid sebagai Pusat Peradaban

|

GUGAH – Pengelolaan masjid tidak lagi dipandang sebatas mengurus ibadah ritual. Di tengah tantangan sosial, ekonomi, hingga perkembangan teknologi, masjid dituntut hadir sebagai pusat pemberdayaan umat yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Gagasan tersebut menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam Muktamar Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid Sarawak Zona Selatan (Seri I) di Kuching, Sarawak, Malaysia. Forum internasional itu menghadirkan berbagai praktisi pengelola masjid dari Asia Tenggara untuk berbagi praktik terbaik dalam memakmurkan rumah ibadah.

Salah satu pembicara yang mendapat perhatian adalah Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Jabbar Provinsi Jawa Barat sekaligus dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tata Sukayat.

Dalam sesi Berbagi Pengalaman Masjid, Sabtu (18/7/2026), Tata memaparkan pengalaman Masjid Raya Al-Jabbar melalui materi bertajuk “Praktik Terbaik Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid: Pengalaman Masjid Raya Al-Jabbar Indonesia.” Menurutnya, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan atau jumlah jamaah, melainkan dari sejauh mana keberadaannya mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Plesiran ke Papua, Warga Tegal Nangklak Purwakarta Mengeluhkan Jalan Rusak

“Masjid mengemban setidaknya lima fungsi utama, yaitu sebagai wadah peningkatan spiritualitas umat, pusat pengembangan pendidikan, sarana dakwah, tempat pelayanan sosial, penggerak roda ekonomi masyarakat, sekaligus simbol peradaban Islam di era modern. Masjid juga dapat menjadi ruang rekreasi yang mendorong masyarakat untuk berkunjung serta menjadi titik pemersatu umat,” tegasnya.

Tata menilai, negara-negara berkembang di kawasan Asia Tenggara masih menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar keterbatasan ekonomi. Karena itu, masjid perlu mengambil peran lebih besar sebagai pusat solusi.

Baca Juga:  Santri Bisa Melek Hukum, LBH Ansor Kabupaten Bogor Gelar Road Pesantren

“Masjid perlu mengambil peran dalam menjawab kelima persoalan tersebut melalui berbagai program pemberdayaan umat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemiskinan yang dihadapi masyarakat bukan hanya menyangkut aspek finansial, tetapi juga kemiskinan akhlak, pengetahuan, metodologi, hingga akses informasi. Menurutnya, apabila fungsi-fungsi tersebut dijalankan secara optimal, masjid akan menjadi motor penggerak pembangunan masyarakat sekaligus memperkuat peradaban Islam di era modern.

Pada akhir pemaparannya, Tata juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dalam mengelola masjid.

“Menyampaikan apa yang telah diamalkan dan mengamalkan apa yang disampaikan,” ungkapnya mengenai prinsip kepemimpinan yang diterapkan di Masjid Raya Al-Jabbar sebagai fondasi membangun kepercayaan dan keteladanan di tengah masyarakat.

Muktamar yang berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Raia Hotel & Convention Centre, Kuching, tersebut merupakan bagian dari rangkaian Ziarah Mahabbah Majelis Islam Sarawak 1448H/2026M. Kegiatan diselenggarakan oleh Majelis Islam Sarawak (MIS) bersama Jabatan Agama Islam Sarawak (JAIS) dan dihadiri pengelola masjid dari berbagai negara Asia Tenggara.

Baca Juga:  Dinilai Tenang dan Santun Hadapi Berbagai Serangan, PCNU se-Lampung Sepakat Dukung Gus Yahya Kembali Pimpin PBNU

Selain membahas praktik pengelolaan masjid, forum juga mengangkat berbagai isu strategis melalui agenda Bincang Mufti mengenai fatwa-fatwa kontemporer, pidato utama bertema “Umat Maju Makmur”, serta presentasi model pengelolaan sejumlah masjid di Malaysia.

Keikutsertaan Tata Sukayat sebagai narasumber dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap model pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar yang mengedepankan fungsi ibadah sekaligus pemberdayaan masyarakat. Kehadiran akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam forum tersebut juga memperlihatkan kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam menyebarluaskan praktik terbaik pengelolaan masjid di tingkat regional.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran