GUGAH – Prediksi musim kemarau yang lebih panjang pada 2026 membuat petani larva ikan nila mulai menyusun strategi agar produksi tetap stabil dan kerugian dapat ditekan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengurangi jumlah indukan yang diproduksi sehingga proses pemijahan lebih terkontrol.
Petani larva nila di Purwakarta, Iksan Bayu Nugraha, mengatakan penyesuaian produksi dilakukan untuk mengantisipasi menumpuknya larva yang belum terserap pasar selama musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun 2026 berlangsung pada Juli hingga September, dengan Agustus menjadi periode paling kering. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño yang membuat musim kemarau lebih panjang dibandingkan biasanya.
“Paling menyikapi musim kemarau, kami melakukan pengurungan dalam reproduksi nila, soalnya kalau kebanyakan nanti bingung dalam proses pemijahan,” kata Iksan, Senin (13/7)
“Kalau reproduksinya sedikit kan kolamnya nanti dipakai untuk pemijahan larva yang tidak kejual,” tambahnya.
Meski jumlah reproduksi dikurangi, Iksan mengungkapkan musim kemarau justru memberikan keuntungan dari sisi kecepatan proses pemijahan. Suhu air yang lebih hangat membuat perkembangan indukan menjadi lebih cepat dibandingkan saat musim hujan.
“Kalau musim hujan, proses reproduksi kisaran 20 hari, baru pemijahan,” tuturnya
“Justru musim kemarau ini proses reproduksinya cepat karena air mungkin hangat jadi 15 hari saja sudah selesai,” ungkapnya menambahkan.
Saat ini, larva nila hasil budidayanya dipasarkan dalam dua pilihan kemasan. Satu canting berisi sekitar 1.000 ekor larva dijual dengan harga Rp13.000 sampai Rp15.000. Sementara untuk pembelian dalam jumlah lebih besar, tersedia kemasan balon atau plastik yang berisi sekitar 10.000 ekor larva dengan harga Rp130.000 sampai Rp150.000.
Menurut Iksan, strategi pengaturan produksi tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas larva, memenuhi permintaan pasar, sekaligus menghindari penumpukan stok selama musim kemarau berlangsung.***



Tinggalkan Balasan