Sambutan Gus Yahya di Munas-Konbes NU: “Kita Bisa Terus Bersama-sama”

|

GUGAH – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, mengawali sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU dengan mengajak seluruh peserta bersyukur atas nikmat kebersamaan yang dapat dirasakan selama penyelenggaraan forum organisasi tersebut.

Dalam pidatonya, Gus Yahya mengatakan tidak ada hal yang lebih pantas disampaikan selain rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh peserta dapat berkumpul dan menjalani rangkaian Munas-Konbes NU dalam suasana penuh persaudaraan.

Baca Juga:  Dinilai Cacat Prosedur, SK Rais Aam PBNU Terkait Munas-Konbes Digugat

“Tidak ada yang lebih patut untuk disampaikan pada kesempatan ini selain bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa pada malam ini dan beberapa hari ke depan ini kita bisa terus bersama-sama, tidak terpisahkan satu sama lain,” ujar Gus Yahya.

Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam forum tertinggi organisasi tersebut bukan semata hasil ikhtiar manusia, melainkan juga berkat bimbingan, irsyad, dan keberkahan dari para sesepuh ulama serta masyayikh Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:  Fatayat NU Sukaresmi Resmi Dilantik, Siap Perkuat Peran Perempuan Nahdliyin dari Desa hingga Ruang Publik

“Ini semua jelas tidak lepas dari barokah, bimbingan, dan irsyad dari para sesepuh ulama kita,” lanjutnya.

Gus Yahya kemudian mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menghormati dan mendoakan para masyayikh yang telah membimbing perjalanan organisasi selama ini. Ia berharap Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada para ulama dan memanjangkan kesempatan bagi warga NU untuk terus memperoleh bimbingan serta keberkahan dari mereka.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada beliau-beliau dan memberikan kesempatan kepada kami untuk terus mendapatkan bimbingan dan barokah dari beliau-beliau,” tuturnya.

Baca Juga:  Jemaah Haji Asal Tasikmalaya Wafat di Arab Saudi, Kemenhaj Koordinasi Proses Pemakaman

Sambutan tersebut disampaikan dalam suasana khidmat pada pembukaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU yang dihadiri para kiai, ulama, pengurus, serta delegasi Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah. Pesan Gus Yahya menegaskan bahwa nilai kebersamaan, penghormatan kepada guru, dan keberlanjutan sanad keilmuan tetap menjadi fondasi utama dalam perjalanan organisasi.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran