Purwakarta Perkuat Kapasitas SDM Perempuan di Berbagai Sektor Strategis

|

GUGAH – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Purwakarta bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Purwakarta menggelar sosialisasi bertajuk “Peningkatan Kapasitas SDM Pemberdayaan Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi” Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Purwakarta, Kamis (18/6/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta, Dr. Hj. Neneng Maryamah, M.Kes., yang mewakili Kepala Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta. Turut hadir Ketua GOW Kabupaten Purwakarta, Dr. Hj. Ifa Faizah Rahmah, M.Pd., beserta perwakilan berbagai organisasi perempuan di Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga:  IPNU IPPNU Maniis Suntik Sistem Operasi Aswaja ke Jantung Pengurus OSIS

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Perlindungan Anak yang disampaikan oleh konselor psikologi P2TP2A Bale Tetirah, Nadya Yulianti, S.Psi., M.Pd. Diskusi dipandu oleh Kepala Seksi Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta, Raden Dinar Bagja Suminar, S.H., M.AP.

Pada kesempatan itu, Nadya menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif agar perempuan mampu mengenali, mencegah, serta melindungi diri dan anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan. Menurutnya, kekerasan berbasis gender masih menjadi salah satu hambatan utama dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga:  Bupati Purwakarta Tekankan Tanggung Jawab Kolektif untuk Majukan Pendidikan

Sosialisasi ini mengusung semangat “Perempuan Berdaya, Hapus Kekerasan, Bangun Kemandirian” sebagai pesan utama yang diharapkan mampu menginspirasi para peserta.

Semangat tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus didukung oleh lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang, baik secara ekonomi, sosial, maupun intelektual. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga berperan sebagai subjek sekaligus penggerak kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:  Dari Koin NU Menuju Lokasi Bencana: LAZISNU Sumedang Salurkan Bantuan di Baginda dan Cipancar

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan para pegiat isu perempuan diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan perempuan Purwakarta yang lebih terlindungi, mandiri, berdaya saing, dan berwawasan luas.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran