Belum Beroperasi, Proyek PSEL di Ciketingudik Sudah Dikeluhkan Warga

|

GUGAH – Aktivitas awal pembangunan Proyek Strategis Nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, mulai menuai keluhan dari masyarakat. Meski proyek masih berada pada tahap pengurugan lahan, warga mengaku terdampak oleh debu dan kondisi jalan yang kotor akibat aktivitas kendaraan pengangkut material.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga di sekitar lokasi proyek. Mereka mengaku terganggu oleh debu yang beterbangan serta material tanah yang berceceran di badan jalan akibat aktivitas kendaraan pengangkut material. Kondisi tersebut terutama dirasakan di sepanjang Jalan Pangkalan 5 hingga akses menuju lokasi pembangunan PSEL.

Baca Juga:  Dukung Langkah Kejagung, Wakil Ketua DPRD Purwakarta Dorong Penertiban Yayasan Terafiliasi

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kelurahan Ciketingudik, Fiqrur Rohman, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan yang muncul sejak tahap awal pekerjaan.

“Warga mengeluhkan debu dan jalan umum yang menjadi kotor akibat aktivitas kendaraan pengangkut material. Ini memang terlihat sebagai persoalan sederhana, tetapi jangan sampai diabaikan karena langsung dirasakan masyarakat,” ujar Fiqrur.

Baca Juga:  Sedekah Bumi Jatimurni Hidupkan Tradisi, Camat Pondok Melati Dorong Generasi Muda Menjaga Budaya

Menurutnya, baik pemerintah sebagai pemilik proyek maupun PT Wangneng selaku pelaksana teknis perlu memastikan proses pembangunan berjalan dengan memperhatikan kenyamanan warga dan kondisi lingkungan sekitar.

Fiqrur menilai persoalan yang muncul saat ini menjadi pengingat bahwa aspek lingkungan harus menjadi perhatian serius sejak awal pelaksanaan proyek. Ia khawatir apabila keluhan-keluhan yang muncul tidak segera ditangani, masyarakat akan semakin mempertanyakan dampak yang mungkin timbul ketika fasilitas PSEL mulai beroperasi di masa mendatang.

“Ini baru tahap awal pembangunan, tetapi sudah muncul dampak yang dikeluhkan warga. Jangan sampai ketika proyek sudah beroperasi justru muncul persoalan lingkungan yang lebih besar. Karena itu, kajian Amdal dan langkah-langkah pengendalian dampak lingkungan harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Baca Juga:  Legislator Jabar Faisyal Soroti Dampak Penghapusan Jalur Kepsek SPMB 2026

Ia berharap pihak pelaksana proyek dapat segera mengambil langkah mitigasi, seperti pengendalian debu, pembersihan jalan secara berkala, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan di tengah warga. ***

Avatar Egi

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran