Viral, Predator Seksual Bersembunyi di Bawah Peron Stasiun KRL Kebayoran, Incar Penumpang di Gerbong Perempuan

JAKARTA – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh unggahan seorang penumpang KRL yang memergoki aksi nekat seorang pria bersembunyi di bawah peron besi Stasiun Kebayoran. Terduga pelaku diduga sengaja menyusup ke kolong peron untuk mengintip dan merekam secara diam-diam bagian bawah rok penumpang perempuan yang sedang naik atau turun kereta.

Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads @andinewst pada Minggu (3/5/2026). Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapat respons luas dengan lebih dari 6.000 tanda suka dan ratusan komentar dari warganet yang resah.

Korban mengungkapkan bahwa peristiwa pelecehan tersebut dialaminya pada Sabtu, 2 Mei 2026, sekitar pukul 18.58 WIB. Saat itu, korban yang berada di gerbong perempuan sedang berdiri di dekat pintu KRL Rangkasbitung menuju Tanah Abang agar mudah turun di stasiun tujuan.

Baca Juga:  APH Perlu Waspada, Dominasi Pengadaan Langsung dan Kejanggalan PDN Jadi Cikal Bakal Korupsi di Purwakarta

“Saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran, saya melihat kaki bersandal hitam di bawah peron, tepat di sela antara kereta dan peron. Beberapa detik kemudian saya sadar ada seorang laki-laki bersembunyi di bawah peron sambil mengarahkan HP dan mengintip ke bawah rok saya,” tulis korban dalam utasnya, dikutip Gugah.co pada Minggu (3/5/2026).

Menyadari aksi tersebut, korban spontan berteriak sehingga memicu perhatian penumpang lain di gerbong perempuan. Teriakan massa membuat pelaku langsung mundur dan menjauh ke arah kegelapan di bawah kolong peron. Korban berhasil merekam bukti visual yang menunjukkan keberadaan badan dan tangan pria tersebut sebelum pintu kereta tertutup.

Dalam laporannya, korban menyayangkan nihilnya petugas keamanan di area peron maupun di dalam gerbong saat kejadian berlangsung. Hal ini menyulitkan upaya penangkapan pelaku di lokasi. Korban baru bisa melaporkan kejadian tersebut secara resmi setibanya di stasiun tujuan dan kini laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak KAI.

Baca Juga:  Membangun Kepercayaan: Pentingnya Keterbukaan Komunikasi Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Mirisnya, unggahan tersebut justru membuka tabir bahwa aksi serupa telah berulang kali terjadi di lokasi yang sama. Pada kejadian tanggal 29 April 2026, seorang pengguna Threads lain mengaku melihat pelaku berada di kolong peron pintu kedua gerbong wanita dan melakukan tindakan asusila sambil melihat ke arah atas. Selain itu, terdapat laporan dari penumpang lain yang pernah melihat pelaku beraksi pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, di mana pelaku diduga masuk ke kolong peron melalui area Peron 3 yang sedang tidak digunakan.

Berdasarkan penjelasan dari petugas KAI Kebayoran kepada korban, terduga pelaku disinyalir masuk ke area terbatas tersebut melalui jalur rel saat hari mulai gelap atau setelah matahari terbenam. Pihak KAI memastikan bahwa orang tersebut bukanlah petugas maupun mekanik resmi, mengingat pelaku tidak mengenakan atribut KAI dan posisinya yang sengaja bersembunyi.

Baca Juga:  Haru Biru di Purwakarta, Bupati Binzein Lepas Kirab Mahkota Binokasih Menuju Karawang

Menanggapi viralnya kasus ini, pihak KAI Commuter melalui kolom komentar menegaskan bahwa perusahaan memiliki kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik. Pihak KAI berjanji akan memperketat penjagaan dan melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan keselamatan pengguna jasa, terutama kaum perempuan.

Korban berharap predator seksual tersebut segera tertangkap agar tidak ada lagi penumpang yang menjadi korban. “Saya membagikan cerita ini supaya perempuan lain lebih waspada. Jangan pernah ragu untuk teriak dan melapor,” pungkasnya.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *