Tradisi Ilmu dan Ukhuwah: Jangan Lewatkan Ngaos Sasihan di Ponpes Hidayatul Faizien

GARUT – Setiap awal bulan Hijriyah menjadi momen yang dinanti-nantikan bagi para pencari ilmu dan pencinta kebaikan di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Faizien, Kampung Urug Nangoh, Kecamatan Bayongbong. Kegiatan rutin bernama Ngaos Sasihan kembali hadir, bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi luhur untuk menyegarkan hati dan memperdalam pemahaman agama.

Di bawah bimbingan para masyayikh yang ahli dalam ilmu syariat dan hakikat, antara lain KH. Muhammad Shufina serta KH. Aceng Naufal Mimar, M.Ag., kegiatan ini menjadi wadah yang sangat berharga untuk mempelajari kitab-kitab kuning (turats) yang menjadi rujukan utama dalam perjalanan keilmuan Islam.

Baca Juga:  Sinyal Dukungan Lirboyo untuk Gus Yahya Menguat Jelang Muktamar PBNU

Berbagai disiplin ilmu akan dikupas secara mendalam, mulai dari fikih dalam I’anatut Tholibin dan Matan Rohbiyyah, hikmah kehidupan dalam Al-Hikam, hingga penguatan akidah dalam Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Mukhtarul Ahadits.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga memperkuat ikatan spiritual melalui amaliyah Tawajuh dan Tabaruk Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah, menjaga agar sanad keilmuan dan kerohanian tetap terjaga bersambung hingga kepada para pendahulu yang shaleh.

Baca Juga:  Dari Kebun Singkong Menjadi Cahaya Ilmu: Transformasi Sejarah Ponpes Darul Huda Al Hasanah Cihurip

Salah satu pengasuh pesantren, Dr. Hj. Neng Hilma Mimar, M.MPd., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen untuk terus menjaga tradisi keilmuan yang rahmatan lil ‘alamin.

“Melalui Ngaos Sasihan ini, kami berharap para santri, alumni, dan masyarakat dapat terus memperdalam ilmu agama, memperkuat ukhuwah, serta menjaga nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ini terbuka luas bagi seluruh elemen masyarakat. Hadir di sini berarti turut serta memuliakan ilmu, mempererat tali persaudaraan, dan memohon keberkahan di awal bulan. Suasana yang khidmat, tenang, dan penuh kekhusyukan menjadikan acara ini sebagai oase spiritual yang menyejukkan jiwa.

Baca Juga:  Kemenag Dorong Transformasi Pesantren Ramah Anak: Adopsi Praktik Baik dari Lirboyo hingga As’adiyah

Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu. Mari bersama-sama hadir, duduk di majelis ilmu, dan menyambut awal bulan dengan hati yang bersih serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik di jalan Allah SWT.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *