TASIKMALAYA – Geliat kepedulian sosial kembali menggetarkan hati masyarakat Kota Tasikmalaya melalui aksi nyata pemuda Nahdlatul Ulama di pusat perbelanjaan.
GP Ansor Kota Tasikmalaya menggelar santunan yatim piatu melalui program unggulan mereka bernama Ansor Peduli Masyarakat (APEM).
Aksi kemanusiaan ini berjalan mulus berkat kolaborasi apik bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya dan manajemen Asia Plaza Tasikmalaya.
Atmosfer penuh kehangatan menyelimuti puluhan anak yatim saat menerima santunan langsung dari para tokoh pemuda dan pejabat.
Kegiatan ini menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah himpitan ekonomi masyarakat.
Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Bubung Nizar, menegaskan program APEM hadir sebagai mesin penggerak sosial untuk meringankan beban sesama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi. GP Ansor tidak hanya hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Gugah.co, Jumat (15/5/2026).
Pemerintah Kota Tasikmalaya melemparkan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas yang digagas oleh sahabat-sahabat GP Ansor tersebut.
Pemerintah menilai sinergi antara pemuda, penguasa, dan pengusaha menjadi contoh terbaik dalam menata kesejahteraan sosial warga Kota Santri.
Manajemen Asia Plaza berkomitmen penuh mendukung setiap gerakan kemanusiaan yang memberikan dampak langsung bagi kebahagiaan anak-anak.
Pihak swasta berharap hubungan harmonis ini terus terjaga demi melahirkan program sosial yang jauh lebih masif ke depan.
Isak tangis haru dan doa bersama mewarnai momentum penyerahan santunan yang menguras emosi para pengunjung mal tersebut.
Panitia juga menyuntikkan motivasi besar agar anak-anak yatim tetap tegar dan berani mengejar mimpi setinggi langit.
Aksi borong pahala lewat program APEM ini sekaligus menjadi kado terindah dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-92.
Ansor membuktikan bahwa pemuda hari ini harus menjadi solusi konkret, bukan sekadar penonton di tengah problematika sosial masyarakat.***



Tinggalkan Balasan