Polda Jabar Siaga Amankan May Day 2026: Kedepankan Dialog Humanis dan Perlindungan Hak Buruh

BANDUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat secara resmi menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 agar berlangsung dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah hukum Jawa Barat.

Selain memastikan hak kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tetap terjaga sesuai amanat konstitusi, kepolisian juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen buruh dalam menjaga stabilitas Kamtibmas guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini dipandang krusial mengingat Jawa Barat merupakan salah satu basis industri terbesar di Indonesia dengan jumlah massa buruh yang signifikan, sehingga koordinasi yang matang menjadi kunci utama dalam menghindari potensi konflik di lapangan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar, Komisaris Besar (Kombes) Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang secara sah dilindungi oleh undang-undang.

Baca Juga:  Mukab Kadin Purwakarta Bakal Digelar Juni, Panitia Diminta Maksimal

Oleh karena itu, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap rencana aksi unjuk rasa para pekerja selama kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan koridor hukum dan aturan yang berlaku.

Kehadiran personel di lapangan nantinya bukan bertujuan untuk menghalangi aspirasi, melainkan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman baik bagi peserta aksi maupun masyarakat umum yang tetap melakukan aktivitas seperti biasa pada hari buruh tersebut.

Sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi, Kombes Hendra Rochmawan secara tegas menyampaikan imbauannya kepada seluruh koordinator lapangan dan massa aksi agar tetap menjaga marwah perjuangan buruh dengan ketertiban.

“Polda Jawa Barat mendukung kegiatan penyampaian pendapat dalam rangka May Day. Kami mengimbau agar seluruh peserta aksi dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib, aman, dan damai,” ujar Hendra saat memberikan keterangan di Bandung pada Minggu, 26 April 2026.

Baca Juga:  Dharma Sosial Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran: Dorong Pembangunan Masjid dan Kualitas Pendidikan di Pangandaran

Pernyataan ini menjadi landasan operasional bagi seluruh jajaran Polres di tingkat kabupaten/kota untuk membangun komunikasi yang intensif dengan serikat buruh di wilayah masing-masing sebelum hari pelaksanaan tiba.

Guna memastikan jalannya aksi tetap lancar, Polda Jabar telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan strategis dengan mengedepankan pendekatan humanis yang berbasis pada prinsip cooling system.

Petugas di lapangan diarahkan untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan para peserta aksi sebagai prioritas utama dalam penyelesaian masalah di lokasi unjuk rasa.

Melalui pendekatan ini, diharapkan setiap aspirasi dapat tersampaikan secara efektif tanpa harus mengganggu ketertiban umum, sehingga suasana peringatan May Day tahun ini dapat menjadi simbol harmoni antara pekerja dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga:  Kasus Pedofilia Sesama Jenis di Purwakarta Mandek di Aparat Penegak Hukum

Upaya preventif yang dilakukan Polda Jabar juga mencakup pengamanan pada objek-objek vital nasional dan pusat-pusat industri guna mencegah adanya tindakan anarkis yang dapat merugikan iklim investasi daerah.

Sinergi antara aparat keamanan dan satgas buruh diharapkan mampu menekan potensi gesekan di lapangan, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di Jawa Barat tetap berjalan stabil tanpa gangguan berarti.

Dengan persiapan pengamanan yang terukur ini, pemerintah daerah dan kepolisian optimistis bahwa May Day 2026 di Jawa Barat akan menjadi momentum penguatan hak-hak pekerja yang produktif dalam bingkai keamanan nasional yang tetap terjaga dengan baik.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *