GARUT – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menerima kunjungan silaturahim Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf, dalam sebuah pertemuan strategis yang digelar di Aula Rapat PCNU Garut, Jumat (1/5/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi di tingkat cabang.
Kedatangan Ketua PBNU disambut langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid. Dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga forum penguatan arah gerakan Nahdlatul Ulama dalam memasuki abad kedua.
Dalam arahannya, Ketua PBNU menegaskan bahwa kekuatan NU ke depan tidak hanya bertumpu pada struktur formal organisasi, tetapi juga pada penguatan basis jamaah melalui tradisi dan pelayanan nyata. Konsep DIGDAYA NU ditekankan sebagai orientasi besar, yakni membangun jam’iyyah yang mandiri, berpengaruh, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa tercerabut dari akar nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan menghidupkan forum-forum keagamaan seperti lailatul ijtima sebagai ruang konsolidasi spiritual, sosial, sekaligus kultural warga Nahdliyin. Menurutnya, kekuatan NU justru terletak pada kesinambungan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Selain aspek kultural, PBNU juga mendorong PCNU Garut untuk memperluas peran dalam pelayanan sosial. NU diharapkan hadir secara konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun respons terhadap persoalan sosial lainnya, dengan prinsip memberikan pelayanan terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki.
Pertemuan ini juga menjadi bagian dari implementasi arah kebijakan organisasi pasca Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama, yang menegaskan transformasi NU menuju organisasi yang lebih adaptif, profesional, dan berdampak luas bagi umat.
Ketua Tanfidziyah PCNU Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi energi baru bagi jajaran pengurus untuk memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
“Pesan yang kami tangkap sangat jelas, bahwa NU harus kuat di akar, hidup di tengah masyarakat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan khidmah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PCNU Garut menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan kekuatan tradisi, organisasi, dan pelayanan sosial sebagai satu kesatuan gerakan dalam membangun Nahdlatul Ulama yang kokoh, relevan, dan digdaya di abad kedua.***



Tinggalkan Balasan