Kebakaran Pasar Andir Garut, 26 Kios Terbakar Semalaman

|

GUGAH – Suasana malam di kawasan Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, berubah mencekam setelah kobaran api membesar pada Rabu (7/10/2026) malam. Api yang pertama kali diketahui sekitar pukul 21.30 WIB itu dengan cepat merambat ke sejumlah kios dan lapak pedagang hingga memaksa petugas mengerahkan kekuatan gabungan dalam jumlah besar.

Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Garut sekitar pukul 21.30 WIB, setelah seorang anggota Dinas Perhubungan yang tinggal di sekitar pasar menyampaikan informasi melalui komunikasi radio. Kepala Disdamkarmat Garut Usep Basuki Eko kemudian menginstruksikan armada dari Mako Damkar serta sejumlah pos terdekat untuk bergerak menuju lokasi.

“Kami langsung memerintahkan personel dari Mako pusat serta tiga pos terdekat, yakni Pos Cikajang, Pos Kota, dan Pos Leles untuk segera meluncur ke lokasi kejadian,” kata Usep. Respons cepat itu dilakukan untuk mencegah api yang berada di kawasan padat bangunan menjalar lebih luas.

Petugas berjibaku semalaman.

Besarnya kobaran membuat penanganan tidak cukup hanya mengandalkan armada pemadam dari satu titik. Sebanyak 81 personel ditambah unsur Forkopimcam dikerahkan, dengan dukungan TNI, BPBD, PMI, serta unsur terkait lainnya.

Baca Juga:  Refleksi Kemerdekaan, IPNU-IPPNU Plered Ajak Pelajar Isi Kemerdekaan dengan Karya

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, disertai kendaraan suplai air dan tiga ambulans untuk mengantisipasi kebutuhan medis selama proses penanganan. Kekuatan gabungan tersebut bekerja secara bertahap untuk menjinakkan api sekaligus menjaga agar kobaran tidak meluas ke bagian pasar lainnya.

Kondisi bangunan pasar yang berdekatan dan hembusan angin turut menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Situasi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung berjam-jam hingga memasuki Kamis dini hari.

Hingga sekitar pukul 02.40 WIB, petugas masih melakukan pemadaman terhadap sejumlah titik yang belum sepenuhnya terkendali. Setelah kobaran berhasil dikuasai, tim gabungan melanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 07.00 WIB untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Kebakaran Pasar Andir dinyatakan selesai setelah dilakukan pendinginan,” ujar Usep. Pernyataan itu disampaikan setelah petugas memastikan seluruh area yang terbakar tidak lagi menunjukkan titik api yang berpotensi membesar kembali.

Baca Juga:  KOPRI PMII Garut Apresiasi Forum "Perempuan Berbicara", Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut Nyata Pasca Diskusi

Dampak kebakaran mulai terlihat setelah api berhasil dikendalikan. Data sementara yang disampaikan Kapolsek Bayongbong Iptu Mahmudi mencatat 26 kios terbakar, meski proses pendataan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan jumlah bangunan dan kerusakan secara keseluruhan.

Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di Pasar Andir. Selain kehilangan tempat usaha, para pedagang juga harus menunggu pendataan untuk mengetahui seberapa besar barang dagangan dan aset usaha yang terdampak.

Kepala Disdamkarmat Garut menyebut perhitungan jumlah kios dan kerugian materiil masih menjadi kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut. Karena itu, angka kerugian belum dapat disimpulkan sebelum proses inventarisasi selesai dilakukan.

“Jumlah kios yang terbakar masih dalam penghitungan pihak Indag,” kata Usep. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pendataan tersebut sebagai dasar untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai dampak kebakaran terhadap kawasan pasar dan para pedagang.

Baca Juga:  Kejari Karawang Tetapkan Empat Tersangka Korupsi KPR, Satu Masih Buron

Di sisi lain, penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan. Usep mengatakan informasi awal mengenai sumber api masih dalam penelitian, sementara keterangan sejumlah saksi menyebut kobaran pertama terlihat dari arah tengah pasar.

“Asal api masih dalam penelitian, berdasarkan keterangan saksi, api dari arah tengah pasar,” ujarnya. Polisi dan pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan faktor yang memicu kebakaran tersebut sehingga tidak muncul kesimpulan sebelum penyelidikan selesai.

Peristiwa ini sekaligus kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan pasar yang memiliki kepadatan bangunan dan aktivitas ekonomi tinggi. Kecepatan laporan, akses armada, ketersediaan air, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam membatasi dampak ketika kebakaran terjadi.

Kini perhatian beralih pada pendataan kerusakan dan kondisi para pedagang yang terdampak. Setelah api padam, pekerjaan berikutnya adalah memastikan kerugian teridentifikasi secara akurat dan penanganan terhadap kawasan pasar dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta keputusan pemerintah daerah.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran