Di Tengah Badai Informasi Digital, Katib Syuriyah PCNU Garut Serukan Penguatan Ilmu dan Akhlak Nahdliyin

|

GUGAH — Derasnya arus informasi digital menjadi tantangan bagi warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi keilmuan, akhlak, dan jati diri keorganisasian. Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KH. Asep Saeful Holik, S.H.I., M.Pd., mengingatkan pentingnya memperkuat nilai-nilai ke-NU-an sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan saat mengisi mauizah hasanah dalam Pengajian Bulanan MWCNU Kecamatan Cisompet di Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspinda, Datarkendal, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi sarana pembinaan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi jamaah dan jam’iyyah NU.

Dalam tausiyahnya, KH. Asep yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspinda menegaskan bahwa nilai-nilai ke-NU-an harus senantiasa bertumpu pada dua landasan utama, yakni ilmu dan akhlakul karimah. Menurutnya, tradisi keilmuan yang terpelihara melalui sanad yang jelas harus mampu membentuk pribadi dengan perilaku dan akhlak mulia.

Baca Juga:  Pemerintah Bentuk Satgas Awasi Implementasi Perpres Ojol, Dipimpin Menteri UMKM

“Ilmu yang terpelihara sanadnya harus melahirkan orang-orang yang berakhlak mulia, memiliki sikap tasamuh, tawasuth, dan tawazun,” demikian pokok pesan yang disampaikan KH. Asep dalam pengajian tersebut.

Ketiga prinsip tersebut merupakan bagian penting dari karakter Nahdliyin dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Tasamuh mengajarkan toleransi, tawasuth menanamkan sikap moderat, sedangkan tawazun mengarahkan umat untuk menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan.

KH. Asep Saeful Holik menegaskan pentingnya ilmu, akhlakul karimah, serta kebijaksanaan menghadapi perkembangan teknologi.

Teknologi Harus Diimbangi Kecermatan dan Akhlak

Selain menekankan pentingnya sanad keilmuan, KH. Asep mengajak warga NU untuk tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan zaman. Namun, kemajuan teknologi harus dihadapi dengan kebijaksanaan, terutama ketika berhadapan dengan derasnya informasi di ruang digital.

Baca Juga:  Kemenag Tegaskan Hamalatul Qur’an Tak Berstatus Ponpes Resmi, Soroti Perlindungan Anak

“Sebagai orang NU, kita harus bijak dalam menghadapi kemajuan zaman dan teknologi, terutama dalam menyikapi informasi,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam ceramahnya.

Menurutnya, kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi perlu diimbangi dengan kecermatan serta tanggung jawab. Warga NU harus mampu memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya maupun ikut menyebarkannya tanpa pertimbangan.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan seorang Nahdliyin harus memberikan manfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Nilai ke-NU-an tidak cukup hanya ditunjukkan melalui identitas organisasi, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Orang NU harus menjadi orang yang memiliki nilai manfaat, baik bagi dirinya maupun sekitarnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam mauizah hasanah tersebut.

Baca Juga:  PDIP-PKS Serius Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran?

Pengajian Bulanan Perkuat Silaturahmi Jam’iyyah

Pengajian bulanan MWCNU Cisompet diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an dan selawat. Kegiatan kemudian diisi sambutan Ketua Tanfidziyah MWCNU Cisompet serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisompet sebelum memasuki agenda utama berupa mauizah hasanah.

Pelaksanaan pengajian di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspinda tersebut menjadi bagian dari upaya MWCNU Cisompet menjaga kesinambungan pembinaan jamaah. Selain memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga dan pengurus jam’iyyah.

Melalui kegiatan rutin tersebut, penguatan tradisi keilmuan diharapkan berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan kepedulian sosial. Dengan demikian, Nahdliyin tidak hanya mampu menjaga warisan keilmuan para ulama, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang membawa kemaslahatan di tengah perkembangan zaman.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran