GUGAH – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berubah arah pada perdagangan sesi pertama, Kamis (29/10/2026). Setelah sempat dibuka menguat, indeks perlahan kehilangan tenaga hingga ditutup di level 5.167 pada akhir Sesi I atau melemah 2,17 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 5.320. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama. Tekanan jual yang muncul sepanjang pagi membuat indeks terus bergerak turun hingga sempat menyentuh level 5.162 sebelum menutup sesi di zona merah.
Pelemahan IHSG terutama dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) yang selama ini menjadi penopang utama indeks. Saham-saham di sektor infrastruktur, perindustrian, dan barang baku menjadi kelompok dengan koreksi terdalam, masing-masing melemah 2,75 persen, 2,35 persen, dan 2,02 persen.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi hingga akhir Sesi I mencapai sekitar Rp3,33 triliun. Sebanyak 8,62 miliar saham diperdagangkan melalui 464 ribu kali transaksi, mencerminkan aktivitas pasar yang masih berlangsung di tengah tekanan terhadap indeks.
Sejumlah emiten dengan bobot besar tercatat menjadi penyumbang utama pelemahan IHSG. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar dengan kontribusi negatif 16,03 poin, diikuti PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 7,34 poin, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mengurangi 5,92 poin terhadap pergerakan indeks.
Selain itu, tekanan juga datang dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar 4,63 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 4,10 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 3,68 poin, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebesar 3,67 poin, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 3,22 poin, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sebesar 3,15 poin, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 3,06 poin.
Pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar tersebut membuat penguatan yang sempat terjadi pada awal perdagangan tidak mampu dipertahankan. Hingga berakhirnya Sesi I, tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar dan membawa IHSG kembali bergerak di wilayah negatif.***





Tinggalkan Balasan