Hobi Kandang, Garuda Sepi Peminat: Timnas Indonesia Ternyata Belum Punya Daya Pikat di Dunia

JAKARTA – Performa menanjak Timnas Indonesia dalam lima tahun terakhir ternyata belum mampu menyihir mata para rival internasional.

Skuad Garuda tercatat nyaris tidak pernah menerima undangan tanding dari negara luar dalam kalender resmi FIFA Matchday.

Kenyataan pahit ini memaksa federasi sepak bola kita untuk selalu menjadi pihak yang aktif mengundang lawan.

Merah Putih telah melakoni 69 pertandingan sejak 2021, namun mayoritas laga uji coba murni bergulir di kandang.

Catatan sejarah menunjukkan Indonesia terakhir kali memenuhi undangan uji coba luar negeri saat melawan Yordania pada 2019 silam.

Baca Juga:  FP1 Moto3 Prancis 2026: Veda Ega Pratama Tembus 11 Besar, Alvaro Carpe Tercepat

Selebihnya, armada Garuda terbang ke luar negeri hanya demi laga tandang turnamen resmi atau agenda pemusatan latihan.

Bahkan gelombang pemain naturalisasi berkualitas Eropa belum mampu mendongkrak daya tawar citra Indonesia di mata dunia.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, blak-blakan mengakui sepinya minat negara lain untuk mengundang Timnas Indonesia bertanding.

“Di samping memang keinginan kami untuk mengundang beberapa federasi atau tim yang dari luar, kami juga belum begitu banyak negara yang mengundang,” ujar Yunus dikutip dari laman CNN pada Jumat (15/5/2026).

Yunus menegaskan PSSI tetap bersikap selektif dan memprioritaskan asas kemanfaatan dalam menyusun agenda uji coba.

Baca Juga:  Jorge Martin Rajai Sprint Race Le Mans, Marc Marquez Gigit Jari Usai Terjatuh

“Kalaupun ada, kami juga harus melihat apakah bermanfaat baik bagi PSSI. Dan, selama ini memang kami yang lebih dahulu mengundang beberapa klub dan federasi negara lain untuk datang ke Indonesia.”

Fanatisme luar biasa suporter tanah air menjadi alasan kuat bagi PSSI untuk menggelar laga di dalam negeri.

“Karena kita juga tahu euforia masyarakat dan suporter Indonesia yang begitu besar di Indonesia. Maka dari itu, lebih kita mengundang tim-tim dari luar negeri lebih ke Indonesia,” tambahnya.

Pandangan berbeda datang dari kursi pelatih yang melihat urgensi tinggi dari sisi teknis permainan anak asuhnya.

Baca Juga:  Adam Alis Jadi Penentu Kemenangan Persib Melawan Klub Kelahirannya

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, justru mendesak Jay Idzes dan kawan-kawan untuk lebih banyak keluar dari zona nyaman.

Mental bertarung pemain harus segera terasah sebelum bentrok melawan raksasa seperti Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027.

“Kalau ingin mengejar Jepang atau Qatar, Indonesia harus terbiasa bermain di luar negeri dan menghadapi tekanan pertandingan internasional,” tegas Herdman.

Kini PSSI memikul tugas berat untuk menyelaraskan antara target bisnis, kepuasan suporter, dan kebutuhan taktis tim pelatih.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran