SAMARINDA – Di tengah gemuruh dukungan ribuan penonton yang memenuhi Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026), Adam Alis menorehkan kisah emosional sekaligus bersejarah. Gelandang andalan Persib Bandung itu menjadi kunci utama kemenangan timnya dengan skor 2-1 atas Persija Jakarta, klub tempat ia meniti karier profesional dan berasal dari tanah kelahirannya sendiri.
Dua gol indah yang ia cetak bukan hanya membalikkan keadaan laga, tapi sekaligus membuktikan bahwa di atas lapangan, dedikasi untuk tim saat ini jauh lebih besar daripada ikatan masa lalu.
Laga pekan ke-32 Liga Indonesia Super League ini berjalan sangat panas sejak peluit awal. Persija yang dijuluki Macan Kemayoran lebih dulu tampil menekan dan berhasil unggul lebih dulu lewat gol Aladin di menit ke-19.
Bagi Adam Alis, situasi itu tentu punya rasa tersendiri. Ia pernah membela Persija selama bertahun-tahun, menjadi idola pendukungnya, dan tumbuh besar sepak bolanya di kota Jakarta. Namun, begitu ia mengenakan seragam Pangeran Biru, seluruh kenangan itu harus ia sisihkan demi satu tujuan: membawa Persib menang.
Tepat delapan menit setelah Persija unggul, momen penentu mulai tercipta. Adam Alis menunjukkan naluri pembunuhnya. Ia berhasil merebut bola dari kaki pemain lawan di depan kotak penalti, sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang akurat meluncur ke pojok tiang gawang, tak terjangkau kiper Carlos Eduardo. Skor berubah menjadi imbang 1-1, dan di situlah suasana laga berbalik sepenuhnya.
Belum selesai euforia gol pertama, hanya berselang sembilan menit kemudian di menit ke-37, Adam kembali beraksi. Menerima umpan terobosan matang dari Thom Haye, ia melesat membelah pertahanan belakang Persija, menaklukkan bek lawan, dan kembali menaklukkan kiper Eduardo dengan penyelesaian tenang dari sudut sempit. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persib, skor yang bertahan hingga laga berakhir.
Bagi Adam, mencetak dua gol ke gawang tim lamanya bukanlah hal yang mudah, apalagi Persija adalah tim asal daerahnya. Namun baginya, itu adalah bentuk profesionalisme tertinggi.
“Ini momen yang campur aduk. Persija adalah bagian dari perjalanan saya, tapi hari ini saya ada di sini, memakai seragam Persib, dan kewajiban saya satu: berjuang habis-habisan untuk tim ini. Semua saya lakukan demi satu hal: gol dan kemenangan,” ujarnya usai laga, dengan nada suara yang masih terasa emosional.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, memuji ketajaman dan mentalitas juang pemainnya itu. “Adam adalah pemain besar. Dia tahu betul cara bermain lawan Persija karena pernah di sana, tapi hari ini dia bermain sepenuh hati untuk kami. Dua golnya sangat berharga, dia jadi pembeda utama,” kata Hodak, seperti dikutip sejumlah awak media.
Kemenangan ini makin mengukuhkan posisi Persib di papan atas klasemen, sementara bagi Adam Alis, malam itu menjadi bukti nyata: di sepak bola, loyalitas dan kerja keras demi tim yang dibela saat ini, akan selalu mengalahkan segalanya, bahkan ketika harus mencetak gol ke gawang tempat ia pernah berbahagia. Demi sebuah gol, ia menaklukkan rasa, demi kemenangan, ia menundukkan masa lalu.
Saat ini, Adam Alis telah mencatatkan namanya sebagai pahlawan baru bagi Bobotoh, sekaligus menuliskan kisah indah: bahwa untuk Persib, ia siap berjuang, kapan pun dan melawan siapa pun, termasuk tanah kelahirannya sendiri.***



Tinggalkan Balasan