JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan kenaikan harta kekayaan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025.
Berdasarkan data yang dilaporkan pada 31 Maret 2026, total kekayaan bersih Gus Ipul mencapai Rp29.787.575.567 atau sekitar Rp29,79 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp3,58 miliar dibandingkan laporan awal saat dirinya menjabat Menteri Sosial pada Januari 2025 yang tercatat sebesar Rp26,20 miliar.
Peningkatan kekayaan Gus Ipul paling banyak berasal dari kenaikan nilai aset tanah dan bangunan. Dalam laporan terbaru, total aset properti yang dimiliki naik dari Rp17,83 miliar menjadi Rp18,94 miliar.
Tambahan aset terbaru berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan luas 20 meter persegi/37 meter persegi senilai Rp1,117 miliar. Properti tersebut tercatat berasal dari hasil usaha sendiri.
Secara keseluruhan, Gus Ipul memiliki sejumlah aset properti di berbagai daerah, mulai dari Jakarta Selatan, Depok, Surabaya, Jombang hingga Pasuruan.
Beberapa aset yang tercantum dalam LHKPN antara lain tanah seluas 3.670 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp7,98 miliar, tanah dan bangunan di Depok senilai Rp2 miliar, bangunan di Surabaya senilai Rp2,5 miliar, hingga aset di Jombang dan Pasuruan dengan total miliaran rupiah.
Berbeda dengan aset properti yang meningkat, nilai alat transportasi dan mesin justru mengalami penurunan.
Pada laporan awal saat menjabat Menteri Sosial, Gus Ipul tercatat memiliki dua kendaraan dengan total nilai Rp770 juta, yakni Toyota Alphard G tahun 2019 dan Honda Civic 1.5 TC E CVT tahun 2018.
Namun dalam laporan periodik terbaru, hanya Honda Civic tahun 2018 yang masih tercatat dengan nilai Rp274 juta. Sementara Toyota Alphard yang sebelumnya dilaporkan sudah tidak lagi masuk daftar kendaraan.
Selain properti, peningkatan kekayaan juga ditopang naiknya kas dan setara kas yang dimiliki Gus Ipul.
Dalam laporan terbaru, kas dan setara kas tercatat mencapai Rp7,10 miliar, naik dari sebelumnya Rp5,59 miliar atau bertambah sekitar Rp1,51 miliar.
Sementara nilai harta bergerak lainnya tetap berada di angka Rp560 juta. Adapun surat berharga yang dimiliki juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap sebesar Rp3,1 miliar.
Kenaikan total kekayaan bersih Gus Ipul turut dipengaruhi penurunan jumlah utang yang cukup signifikan.
Pada laporan awal saat menjabat Menteri Sosial, total utang Gus Ipul tercatat sebesar Rp1,65 miliar. Namun dalam laporan periodik 2025, nilai utangnya turun drastis menjadi Rp200 juta.
Dengan demikian, jumlah kewajiban yang dimiliki berkurang sekitar Rp1,45 miliar sehingga ikut mendongkrak total harta bersih yang dilaporkan.***
Sumber: IDN Times



Tinggalkan Balasan