Harga Beras di Purwakarta Melonjak Tajam, Petani Keluhkan Biaya Produksi dan Faktor Cuaca

PURWAKARTA – Tekanan ekonomi kian dirasakan masyarakat Purwakarta seiring dengan melonjaknya harga beras di sejumlah pasar tradisional.

Berdasarkan pantauan data harga pangan terbaru, kenaikan harga beras terjadi secara signifikan pada jenis medium maupun premium, dengan angka kenaikan tertinggi mencapai Rp4.400 per kilogram.

Di beberapa titik seperti Pasar Leuwipanjang dan Pasar Wanayasa, harga beras premium kini menyentuh angka Rp14.900 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp12.666 hingga Rp13.000 per kilogram.

Kondisi ini memaksa konsumen untuk merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Kenaikan harga di tingkat pasar ini berbanding lurus dengan beratnya beban yang harus dipikul oleh para petani di hulu.

Baca Juga:  Syukuri Jalan Mulus, Warga Pesanggrahan Purwakarta Gelar Festival 1.000 Kastrol Nasi Liwet

Anton, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa biaya operasional untuk masa tanam kali ini mengalami kenaikan drastis yang tidak dapat dihindari.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas beras dipicu oleh melambungnya harga sarana produksi pertanian.

“Soalnya pendukung untuk bertani semuanya naik. Mulai dari harga pupuk, obat-obatan pertanian, semuanya tambah mahal,” ujar Anton mengeluhkan kondisi modal tanam yang kian mencekik, Selasa (28/4/2026).

Selain faktor biaya produksi, ancaman alam juga menjadi penyebab utama ketidakpastian stok beras.

Curah hujan yang masih sangat tinggi di wilayah Purwakarta dan sekitarnya memperburuk situasi di lapangan.

Intensitas hujan yang tidak menentu ini tidak hanya menghambat proses pengeringan gabah, tetapi juga meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman.

Baca Juga:  Soal Anak yang Jadi ‘Saprol PP’: XTC Purwakarta Soroti Dugaan Eksploitasi

“Efek curah hujan tinggi ini sangat terasa. Potensi gagal panen menjadi sangat tinggi sekarang karena kondisi cuaca yang ekstrem,” tambah Anton.

Tingginya risiko gagal panen ini memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan stok di masa mendatang, yang diprediksi dapat terus mengerek harga beras jika tidak segera mendapat intervensi dari pihak terkait.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata, baik melalui operasi pasar maupun pemberian subsidi input pertanian bagi para petani agar harga pangan kembali stabil.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Purwakarta, Hariman Budi Anggoro mengatakan meskipun harga tersebut naik tapi masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Baca Juga:  Mama Sempur: Sosok Guru Peradaban dan Warisan yang Tak Pernah Mati

“Masih aman a. Harga beras premium masih di harga Rp14.900 per kilogram dan beras medium di harga Rp12.650 per kilogram di bawah hett nya Rp13.500,” kata Hariman saat dikonfirmasi awak media.

Berdasarkan data Simdag Kabupaten Purwakarta berikut ini adalah daftar harga beras terbaru di Purwakarta:

Lokasi Pasar Jenis Beras Harga Saat Ini (per Kg) Selisih Kenaikan
Pasar Leuwipanjang Premium Rp14.900 Rp4.400
Pasar Wanayasa Premium Rp14.900 Rp4.400
Pasar Citeko Premium Rp14.500 Rp4.000
Pasar Leuwipanjang Medium Rp12.666 Rp3.166
Pasar Wanayasa Medium Rp13.000 Rp3.500
Pasar Citeko Medium Rp12.666 Rp3.166

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *