JAKARTA – Kondisi harga pangan nasional menunjukkan tren yang bervariatif pada hari ini (2/5/2026).
Berdasarkan pantauan data pasar terbaru Bank Indonesia, sektor bumbu dapur dan beras mayoritas mengalami penurunan harga secara signifikan, sementara komoditas protein hewani dan minyak goreng tercatat merangkak naik, memberikan tantangan baru bagi daya beli masyarakat di sektor kebutuhan pokok.
Penurunan paling tajam terjadi pada komoditas cabai rawit hijau yang anjlok sebesar 12,14 persen atau turun sebesar Rp5.950, membawa harga ke level Rp43.050 per kg.
Langkah penurunan ini juga diikuti oleh:
-
Cabai Rawit Merah: Turun 6,32 persen menjadi Rp60.000 per kg.
-
Cabai Merah Keriting: Turun 6,1 persen menjadi Rp43.900 per kg.
-
Bawang Putih & Merah: Masing-masing terkoreksi di kisaran 2-3 persen, dengan harga Bawang Putih berada di Rp38.500 per kg dan Bawang Merah di Rp45.000 per kg.
Beras dan Daging Sapi Kompak Melandai
Kabar baik datang dari sektor bahan pangan utama. Hampir seluruh kualitas beras mengalami penurunan harga. Beras Kualitas Medium II turun 3,13 persen ke angka Rp15.450 per kg, sementara Beras Super I dan II kini stabil di kisaran Rp16.400 hingga Rp16.850 per kg.
Di sektor daging, Daging Sapi Kualitas 1 turun signifikan sebesar Rp5.250 menjadi Rp142.900 per kg. Tren serupa terjadi pada Telur Ayam Ras Segar yang turun 2,97 persen menjadi Rp31.000 per kg.
Waspada Kenaikan: Ayam Ras dan Minyak Goreng
Di sisi lain, masyarakat perlu mengantisipasi kenaikan pada beberapa komoditas strategis. Daging Ayam Ras Segar mencatatkan kenaikan tertinggi di sektor protein sebesar 2,68 persen, kini dibanderol Rp40.250 per kg.
Sektor minyak goreng juga terpantau “hijau” (naik):
-
Minyak Goreng Kemasan Bermerk 1: Naik 1,48 persen menjadi Rp24.050 per kg.
-
Cabai Merah Besar: Melawan arus cabai lainnya dengan kenaikan 1,54 persen ke harga Rp49.500 per kg.
-
Minyak Goreng Curah & Kemasan 2: Mengalami kenaikan tipis di bawah 0,3 persen.
Secara keseluruhan, meskipun sebagian besar harga pangan mengalami deflasi harian, fluktuasi pada komoditas minyak goreng dan daging ayam diperkirakan akan menjadi perhatian utama pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi pangan di tingkat konsumen.***



Tinggalkan Balasan