IHSG Melejit ke Level 7.186 di Awal Perdagangan, Tertular Sentimen Positif Global

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, indeks melompat tajam 93,65 poin atau 1,32% ke level 7.186,12, setelah dibuka di posisi 7.160,78.

Laju positif ini melanjutkan rebound dua hari beruntun, didukung oleh meredanya tensi geopolitik global dan rilis data pertumbuhan ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi pasar.

Penguatan IHSG pagi ini sejalan dengan membaiknya optimisme pasar global. Harga minyak dunia jenis WTI tercatat melemah signifikan sekitar 6% ke kisaran US$96 per barel. Koreksi ini dipicu oleh meningkatnya harapan kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga:  Harga BBM Per 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Diesel Nonsubsidi Resmi Naik, Vivo-BP Tembus Rp30 Ribu

Selain itu, kebijakan Presiden Donald Trump yang menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz memberikan napas lega bagi pelaku pasar, sekaligus meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan energi global.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai meski menguat, pergerakan IHSG diperkirakan mulai terbatas karena mendekati area resistance pasca-rebound.

“Support berada di kisaran 6.920–7.000, sementara resistance di area 7.100–7.160. Pasar juga mencermati pergerakan rupiah menjelang rilis data cadangan devisa akhir pekan ini,” ujar Reza.

Di sisi lain, MNC Sekuritas melalui analis Herditya Wicaksana mengingatkan adanya fase rawan koreksi teknikal (wave lanjutan) dengan skenario terburuk menuju rentang 6.645-6.838. Namun, dalam skenario terbaik, indeks berpeluang menguji level 7.212-7.418.

Baca Juga:  IHSG Dibuka Menghijau Tipis, Aksi Ambil Untung Jelang Libur “May Day” Bayangi Pergerakan

Beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari ini antara lain:

  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): Trading Buy (Target: 268, 276).

  • PT Sentul City Tbk (BKSL): Buy on Weakness (Target: 122, 133).

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Buy on Weakness (Target: 1.955, 2.060).

  • PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA): Sell on Strength (Target: 915-935).

Hingga pukul 09.05 WIB, pergerakan saham didominasi tren positif dengan 362 saham menanjak, 151 saham melemah, dan 185 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun dengan volume perdagangan 2,4 miliar lembar saham.

  • Top Gainers: PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) melesat 21,18%, disusul PT Penta Valent Tbk (PEVE) naik 13,11%.

  • Top Losers: PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) ambruk 11,11%, diikuti PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) yang turun 10,71%.

Baca Juga:  IHSG Tembus Level Psikologis 7.000: Investor Domestik ‘Ngegas’, Asing Justru Lepas Barang

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pelajari risiko dan analisis fundamental sebelum melakukan transaksi saham.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *