IHSG Terperosok ke Zona Merah Menjelang Rilis PDB Kuartal I-2026 di Tengah Eskalasi Konflik Global

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Selasa (5/5/2026) dengan pergerakan yang kurang menggairahkan. Berdasarkan data perdagangan, IHSG langsung dibuka merosot ke level 6.968,57 dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di level 6.971,95. Hanya berselang tiga menit setelah bel pembukaan berbunyi, atau sekitar pukul 09.03 WIB, indeks justru terperosok lebih dalam dengan koreksi sebesar 0,65 persen atau 54,46 poin ke posisi 6.926,49.

Pelemahan ini terjadi di tengah penantian pasar terhadap pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk Kuartal I-2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hingga menit-menit awal perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.925 hingga 6.971 dengan nilai transaksi mencapai Rp666 miliar yang melibatkan 1,91 miliar lembar saham. Tercatat sebanyak 336 saham melemah, sementara 179 saham menguat, dan 444 saham lainnya bergerak stagnan. Saham-saham perbankan besar dan sektor penggerak seperti BBCA, BRPT, dan BBRI terpantau menjadi yang paling aktif ditransaksikan di tengah tekanan jual ini.

Baca Juga:  IHSG Melejit ke Level 7.186 di Awal Perdagangan, Tertular Sentimen Positif Global

Fokus utama pelaku pasar domestik hari ini tertuju pada rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I-2026. Berdasarkan konsensus yang dihimpun dari 12 lembaga, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh kuat di angka 5,40 persen secara tahunan (year on year/yoy). Optimisme ini didorong oleh puncak konsumsi masyarakat selama momentum Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada awal tahun. Jika angka ini tercapai, maka akan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak kuartal III-2022 sekaligus capaian terbesar di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), ekonomi diprediksi mengalami kontraksi sebesar 1,0 persen. Selain data PDB, pasar juga menantikan sejumlah agenda penting pemerintah, termasuk konferensi pers APBN KiTa oleh Menteri Keuangan Purbaya Sadewa serta tanggapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Baca Juga:  Proyeksi IHSG April 2026: Uji Level Psikologis 7.000 di Tengah Penantian Suku Bunga Global

Laju IHSG kian terbebani oleh sentimen negatif dari pasar global. Di Amerika Serikat, indeks Wall Street ditutup melemah tajam pada Senin kemarin dengan Dow Jones terkoreksi 1,13 persen. Hal ini dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah Uni Emirat Arab dilaporkan terkena serangan drone dan rudal. Ketegangan ini juga berdampak pada keamanan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran atas inflasi global.

Kondisi eksternal yang tidak menentu ini mulai memberikan dampak nyata bagi sektor riil dalam negeri. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global menunjukkan angka 49,1 pada April 2026. Ini menandai kontraksi pertama dalam sembilan bulan terakhir, mencerminkan melambatnya aktivitas dunia usaha akibat guncangan pasar global.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Selasa Pagi Anjlok Rp35 Ribu, Kini Rp2.7 Juta per Gram

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG hari ini masih rawan terkoreksi dengan level support di 6.923 dan resistance di 7.033. Selain rilis PDB, pergerakan nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi terhadap dolar AS menjadi beban tambahan bagi pasar modal. Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan rentang pergerakan indeks berada pada support 6.917 dan resistance 7.119.

“Investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham yang memiliki fundamental solid dan berada dalam kondisi undervalued. Penerapan manajemen risiko secara disiplin sangat penting di tengah dinamika pasar saat ini,” ujar Nafan Aji Gusta.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *