Antisipasi Kemarau, Mentan Amran Sulaiman Pimpin Akselerasi Tanam Padi Serentak 50 Ribu Hektare

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan akselerasi gerakan tanam padi serentak seluas 50 ribu hektare yang tersebar di 25 provinsi. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional sekaligus merespons ancaman musim kemarau yang diprediksi segera tiba.

Gerakan tanam serentak ini mencakup pemanfaatan lahan optimalisasi (oplah) dan program cetak sawah rakyat (CSR). Titik utama kegiatan dipusatkan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang merupakan area lahan terdampak bencana beberapa waktu lalu. Mentan yang hadir secara daring memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah, petani, penyuluh, hingga aparat di lapangan atas sinergi yang terbangun.

Baca Juga:  Update Harga Pangan Nasional 2 Mei 2026: Cabai Rawit Hijau Anjlok, Komoditas Minyak Goreng dan Ayam Masih Meroket

“Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan. Kami akan terus mendorong tanam serempak di seluruh Indonesia,” ujar Mentan Amran Sulaiman dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Mentan menegaskan bahwa program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi utama peningkatan produksi nasional. Pemerintah berkomitmen menjadikan pengembangan areal tanam baru sebagai instrumen vital dalam menghadapi tantangan iklim.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menambahkan bahwa percepatan tanam adalah langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026. Pihak kementerian telah menginstruksikan para gubernur dan bupati/wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi, mengingat puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Baca Juga:  Antisipasi Kemarau dan Perbaikan Irigasi Cikunten, Petani di Kota Tasikmalaya Lakukan Percepatan Masa Tanam

“Langkah mitigasi harus disiapkan seperti pemantauan data iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, penguatan infrastruktur air,” jelas Suwandi.

Kementerian Pertanian mendorong lima strategi kunci untuk menjaga produktivitas lahan di tengah ancaman kekeringan, dimulai dengan percepatan tanam serentak di penghujung musim hujan guna memaksimalkan sisa ketersediaan air. Selain itu, pompanisasi masif dilakukan untuk mendukung suplai air ke lahan yang jauh dari sumber air permukaan, sementara optimalisasi lahan rawa diprioritaskan agar tetap produktif saat lahan tadah hujan mengalami kekeringan.

Baca Juga:  Tepat Hari Buruh, Wakil Ketua Ansor Jabar Ahmad Fathoni Mulai Olah 3.000 m² Lahan Kentang Granola L di Kertasari

Langkah mitigasi lainnya mencakup penggunaan benih tahan kekeringan yang memiliki daya tahan tinggi terhadap stres panas dan keterbatasan air. Terakhir, pemerintah memperkuat pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor yang berfungsi sebagai cadangan air vital di lapangan.

Mentan optimistis melalui gerakan tanam serentak ini, peningkatan produksi nasional dapat dicapai lebih cepat sehingga ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia tetap terjamin.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *