Gereja Cikopo Dapat Izin, Kiai Aba: Saatnya Umat Tunjukan Spirit Perlindungan

|

GUGAH – Pembangunan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di Cikopo, Purwakarta, sempat menuai polemik. Hal ini terjadi di tengah kelengkapan administrasi perizinan gereja tersebut. Namun elemen Persatuan Ulama Purwakarta melayangkan protes bahkan sampai melakukan pelaporan di Polres Purwakarta.

Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Dewan Kiai Majelis Dzikir TQN Cermin Hati Purwakarta, Kiai Aba menyerukan spirit perlindungan terhadap semua umat. Menurut dia, tidak ada alasan untuk tidak memberi ruang ibadah terhadap umat manapun di Indonesia.

“Tuhan itu hadir dalam jiwa setiap penganut agama, bukan dalam rumah ibadah. Sehingga tidak ada alasan untuk menolak berdirinya tempat ibadah. Apalagi proses administrasinya sudah lengkap,” ujarnya, kepada awak media, belum lama ini.

Baca Juga:  Ketua PCNU Pangandaran Apresiasi Tradisi Ziarah Ulama dalam Milangkala

Tokoh muda Nahdlatul Ulama itu mengatakan bahwa sudah selayaknya umat mayoritas memberikan perlindungan terhadap umat minoritas. Dia menekankan keharaman soal praktik tirani mayoritas kepada kaum minoritas dimanapun.

“Umat Islam sering memuji Tuhan dengan kata-kata ni’mal maula, artinya sebaik-baik pelindung. Mengapa spirit ketuhanan itu tidak diterapkan kepada semua umat termasuk umat kristiani. Sehingga islam tampil sebagai pengasuh yang mendewasakan, bukan mengkerdilkan diri seolah takut kristenisasi,” katanya.

Mantan aktivitas yang kini aktif di dunia dakwah akar rumput itu menyebut bahwa tokoh Islam tidak perlu merasa tersaingi atas kehadiran Gereja Cikopo. Dia menekankan evaluasi pola dakwah secara internal, bukan menyalahkan langkah syi’ar agama lain.

Baca Juga:  Gelar Aksi, BEM Politeknik Enjinering Indorama Sampaikan Enam Tuntutan

“Kalau para beliau itu takut kehilangan umat, ya tidak perlu menyalahkan tempat ibadah umat lain. Justru ini harus menjadi momentum evaluasi dakwah. Mampu gak bahasa dakwah kita ini menyentuh rasa dan logika umat sehingga tertarik pada Islam? Kita harus mulai berhenti menggunakan wajah garang dalam dakwah,” ujarnya.

Minta Organisasi Islam Serukan Dukungan

Selain itu, Kiai Aba juga meminta seluruh Ormas Islam di Purwakarta untuk memberikan dukungan kepada semua umat dalam menjalankan ibadah. Pendirian fasilitas ibadah merupakan salah satu di antara upaya tersebut.

“Saya meyakini semua agama dan semua tempat ibadah bertujuan untuk membentuk karakter positif, termasuk gereja. Ini harus menjadi concern Ormas Islam di Purwakarta, kasih mereka dukungan ruang untuk ibadah agar terbentuk sifat-sifat baik dalam pergaulan,” katanya.

Baca Juga:  Logo Resmi Konfercab XI NU Ciamis Dirilis, Tandai Dimulainya Tahapan Konferensi

Dia menambahkan bahwa ujung proses ritual ibadah adalah sikap elegan dalam bergaul termasuk dalam hal menyikapi perbedaan. Dirinya menolak seluruh upaya hasutan dan sikap ketidaksukaan yang mengatasnamakan agama.

“Ibadah itu, dalam semua agama ya, adalah dalam rangka mengasah kemampuan bergaul. Sehingga hilang itu sikap iri, dengki, khawatir, takut kehilangan umat dan sebagainya dalam kehidupan pergaulan. Ujungnya laa khaufun ‘alaihum wa laa hum yahzanuun, tidak ada takut, tidak ada sedih. Seluruhnya adalah upaya meraih kebahagiaan,” katanya. (*)

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran