Ketua PCNU Pangandaran Apresiasi Tradisi Ziarah Ulama dalam Milangkala

|

GUGAH – Tradisi ziarah ke makam ulama dan tokoh daerah yang rutin dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam rangkaian Milangkala mendapat apresiasi dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pangandaran, KH Dr. Raden Hilal Faridz Turmudzi.

Menurut KH. Hilal, tradisi yang telah berlangsung sejak Pangandaran menjadi daerah otonomi baru tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ziarah menjadi momentum untuk merawat ingatan sejarah sekaligus mengenalkan jasa para ulama kepada generasi penerus.

“Agenda tahunan pemerintah daerah ini sangat saya apresiasi. Semenjak Pangandaran menjadi daerah otonomi baru, selama kurang lebih 14 tahun ini selalu ada agenda ziarah ke makam para tokoh dan ulama Pangandaran dalam momentum Milangkala,” ujar KH Hilal.

Salah satu ulama yang memiliki tempat khusus dalam sejarah keagamaan Pangandaran adalah Almaghfurlah KH Raden Didi Abdul Majid, atau yang akrab disapa Agan Didi. Kiai Hilal merupakan cucu dari ulama yang mendirikan Pondok Pesantren Kalangsari, Kecamatan Cijulang, tersebut.

Baca Juga:  Pemuda Asal Pangandaran Tekuni Budidaya Maggot, Dorong Solusi Limbah Sisa Makanan Program MBG

KH Hilal menuturkan, Agan Didi merupakan sosok ulama yang memiliki perjalanan keilmuan panjang. Beliau pernah berguru kepada Syekh Kholil Bangkalan, Madura, serta menimba ilmu kepada sejumlah ulama lainnya di Madura.

“Beliau salah satu santri Syekh Kholil Bangkalan. Beliau juga pernah menimba ilmu di Darul Mahmud di Madura dan pernah mengaji kepada Syekh Ihsan Jampes al-Qadiri yang mengarang kitab Siraj al-Thalibin,” tuturnya.

KH Raden Didi Abdul Majid lahir pada 1903 dan wafat pada 1966. Sekitar dekade 1930-an, beliau mendirikan Pondok Pesantren Kalangsari di Kecamatan Cijulang.

Dari pesantren tersebut, lanjut Kiai Hilal, lahir sejumlah murid yang kemudian menjadi ulama dan mengembangkan dakwah Islam di berbagai wilayah Priangan Timur.

Baca Juga:  Investasi Rp3 Triliun, PSEL Kota Bekasi Mulai Dibangun

Di antara murid yang memiliki hubungan keilmuan dengan Agan Didi adalah KH Hoer Affandi, pendiri Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, serta sejumlah ulama lainnya seperti KH Dayat Karangsalam Parakanmanggu dan Mama Gunungtanjung.

“Beliau melahirkan murid-murid yang kemudian menjadi ulama besar dan tersebar di wilayah Priangan Timur,” katanya.

Bagi KH Hilal, warisan terbesar Agan Didi bukan hanya pesantren dan jaringan murid, tetapi juga nilai keagamaan yang harus terus dijaga oleh generasi penerus.

“Beliau adalah salah satu ulama kharismatik yang moderat. Beliau berwasiat agar memegang erat paham Ahlussunnah wal Jamaah. Itu harus menjadi salah satu pegangan erat bagi saya sebagai duriyah dan tentunya bagi murid-murid beliau,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pesan tersebut akan terus menjadi bagian dari kehidupan keluarga dan keturunan Agan Didi.

Baca Juga:  Gus Nabil Ingatkan Martabat Ulama Tak Boleh Direduksi oleh Kepentingan Wilayah

“Itu akan terpatri di jiwa kami bersama keluarga,” tegas Kiai Hilal.

Menurutnya, tradisi ziarah yang dilakukan pemerintah daerah memiliki makna penting karena dapat menjadi sarana untuk mempertemukan generasi sekarang dengan sejarah perjuangan para ulama terdahulu.

“Ziarah bukan hanya datang ke makam. Kita mengingat kembali siapa beliau, bagaimana perjuangannya, bagaimana beliau mendidik masyarakat, dan apa yang bisa kita teladani,” jelasnya.

KH Hilal berharap tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai bagian dari cara merawat sejarah Pangandaran.

Sebab, menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya meninggalkan warisan berupa infrastruktur, tetapi juga harus menjaga warisan ilmu, agama, akhlak, dan keteladanan para ulama.

“Pangandaran memiliki banyak ulama dan tokoh yang telah memberikan kontribusi besar. Jangan sampai generasi sekarang kehilangan hubungan dengan sejarah para pendahulunya,” pungkas Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pangandaran tersebut.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran