BANDUNG – Sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat mulai menyuarakan kegelisahan mendalam menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV tahun 2026. Keterbatasan anggaran dinilai menjadi ancaman nyata yang dapat melumpuhkan program pembinaan atlet menuju ajang yang akan digelar di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok tersebut.
Persoalan krusial ini mencuat dalam Diskusi Publik bertajuk “Mengawal Arah Kebijakan Olahraga Jabar” di Aula PWI Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Para pengurus cabor menilai, tanpa dukungan finansial yang pasti, persiapan menghadapi multi-event empat tahunan ini tidak akan berjalan optimal.
Ketua Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jawa Barat, Sugito, secara tegas mengungkapkan kondisi sulit yang dihadapi pihaknya. Hingga saat ini, induk organisasi cabang olahraga tersebut mengaku belum menerima Bantuan Operasional Kegiatan (BOK) dari KONI Jabar.
“Kami sangat berharap bantuan bisa segera dicairkan oleh Pemprov Jawa Barat, agar KONI bisa segera menyalurkan dukungan kepada cabang olahraga,” ujar Sugito.
Ketidaksediaan dana operasional ini berdampak langsung pada kegiatan teknis di lapangan, mulai dari pemusatan latihan hingga koordinasi administratif yang diperlukan menjelang November 2026.
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Ketua Harian Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat, Sorta Mina. Menurutnya, dukungan anggaran adalah faktor penentu bagi cabor yang memiliki keterbatasan dalam menarik sponsor swasta.
-
Dampak Prestasi: Minimnya dukungan anggaran dikhawatirkan berdampak langsung pada penurunan kualitas performa atlet di arena pertandingan.
-
Ketergantungan Dana Hibah: Banyak cabor masih sangat bergantung pada bantuan KONI Jabar untuk menjalankan roda organisasi.
-
Fasilitas Pendukung: Selain anggaran rutin, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang prestasi tinggi.
“Sampai saat ini, kami sangat bergantung pada bantuan dari KONI Jabar. Tanpa dukungan itu, pembinaan akan sulit berjalan optimal,” ungkap Sorta.
Respons Pemerintah: Efisiensi dan Skala Prioritas
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Barat, Hery Antasari, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran secara nasional. Hal ini mengakibatkan adanya pengalihan prioritas pada sektor-sektor yang memiliki dampak lebih langsung kepada masyarakat luas.
Meski demikian, Hery memastikan bahwa dana hibah sebesar Rp20 miliar untuk KONI Jabar tahun 2026 telah dialokasikan dan sedang dalam proses administrasi untuk segera dicairkan pada Mei mendatang. Namun, untuk dana khusus pelaksanaan Porprov, pemerintah belum dapat memastikan waktu realisasinya karena masih bergantung pada proses birokrasi.
Kondisi ini menuntut kreativitas para pengurus cabor untuk mencari terobosan pendanaan alternatif agar semangat para atlet menuju Porprov 2026 tidak luntur di tengah keterbatasan finansial pemerintah.***



Tinggalkan Balasan