GUGAH – Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pangandaran diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, untuk mengikuti dan memeriahkan Muktamar NU ke-35.
Rombongan terdiri dari pengurus PCNU Kabupaten Pangandaran, badan otonom, kader, serta warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran. Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya PCNU Pangandaran menghadirkan Muktamar sebagai momentum kebersamaan, silaturahmi, dan konsolidasi warga NU.
Ketua PCNU Kabupaten Pangandaran, KH Raden Hilal Faridz, mengatakan keberangkatan ratusan warga NU tersebut merupakan bentuk antusiasme sekaligus kecintaan warga Nahdliyin terhadap organisasi.
“Alhamdulillah, pada Muktamar ke-35 ini kami dari PCNU Kabupaten Pangandaran berupaya semaksimal mungkin agar momentum ini dapat dinikmati oleh seluruh warga Nahdliyin, pengurus, badan otonom, dan masyarakat. Kami ingin merayakan Muktamar ini dengan riang gembira,” ujar KH Raden Hilal Faridz.
Menurutnya, Muktamar NU yang digelar setiap lima tahun sekali memiliki makna yang sangat istimewa bagi warga Nahdliyin. Ia mengibaratkan Muktamar sebagai Lebaran bagi warga NU.
“Bagi saya, Muktamar lima tahunan ini seperti Lebarannya warga Nahdliyin. Karena itu, kami berupaya memfasilitasi warga NU Pangandaran untuk bersama-sama hadir. Ini adalah Muktamar kita, milik seluruh warga Nahdliyin,” katanya.
Keberangkatan rombongan warga NU Pangandaran juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Pelepasan rombongan dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, Bupati Pangandaran, Kapolres Pangandaran, MUI Kabupaten Pangandaran, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
KH Raden Hilal Faridz menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur dalam pelepasan rombongan menunjukkan adanya sinergi dan kebersamaan antara pemerintah daerah dengan PCNU Pangandaran.
“Ini merupakan perjalanan yang luar biasa. Bupati, Kapolres, MUI Kabupaten, dan para pejabat teras Kabupaten Pangandaran memberikan pelepasan. Ini menunjukkan animo dan dukungan pemerintah serta sinergi yang baik dengan PCNU Pangandaran,” ungkapnya.
KH Raden Hilal Faridz menjelaskan bahwa salah satu makna penting Muktamar adalah berkumpulnya warga NU dalam suasana persaudaraan.
“Muktamar itu adalah berkumpul. Ini menjadi salah satu fasilitas silaturahmi umat Muslimin dan Muslimat. Kalau dalam konteks umat Islam seluruh dunia, kita mengenal berkumpulnya umat di Tanah Arafah. Sedangkan dalam konteks NU, warga Nahdliyin dari berbagai penjuru berkumpul di Muktamar,” jelasnya.
Ia menilai perjalanan ratusan warga NU Pangandaran menuju Jombang bukan sekadar perjalanan menghadiri agenda organisasi. Lebih dari itu, keberangkatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mempererat silaturahmi dengan warga NU dari berbagai daerah.
“Sekarang warga NU dari berbagai penjuru berkumpul di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Ini adalah momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi untuk menentukan langkah NU ke depan,” ujarnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi, menurut KH Raden Hilal Faridz, Muktamar juga menjadi momentum penting untuk menentukan arah perjalanan NU selama lima tahun mendatang.
“Awal langkah NU untuk lima tahun ke depan tergantung dari hasil Muktamar sekarang ini. Karena itu, kita berharap seluruh rangkaian Muktamar dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik,” tuturnya.
Ia berharap Muktamar NU ke-35 dapat menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi warga Nahdliyin, masyarakat, serta bangsa Indonesia.
“Mudah-mudahan Muktamar ke-35 berjalan lancar dan memberikan kemaslahatan bagi seluruh warga Nahdliyin dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan