GUGAH – Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun mendapat respons dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bantargebang.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bantargebang, Egi Cahyanto, menyambut baik dimulainya proyek tersebut. Namun, besarnya nilai investasi dan dampak yang diharapkan dari PSEL harus diikuti tata kelola serta pengawasan yang serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Egi, konsep PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi merupakan langkah yang baik. Namun, keberhasilan proyek sangat ditentukan oleh kualitas pelaksanaannya di lapangan.
“Konsepnya sudah sangat baik, tinggal bagaimana pelaksanaannya. Dengan investasi sebesar ini, tentu kita berharap proyek ini bukan main-main. Jangan sampai konsepnya bagus, tetapi tata kelola dan pengawasannya lemah, yang pada akhirnya masyarakat lagi yang dirugikan,” ujar Egi.
Ia juga menekankan pentingnya aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat sejak tahap awal pembangunan. Menurutnya, AMDAL harus benar-benar menjadi pedoman, termasuk dalam memastikan seluruh potensi dampak terhadap lingkungan dan kesehatan dapat diminimalkan.
Selain itu, Egi meminta aspek pemberdayaan masyarakat tidak diabaikan, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Masyarakat sekitar perlu mendapat kesempatan untuk terlibat sesuai kompetensi dan kebutuhan proyek.
“Dari awal, AMDAL harus benar-benar menjadi perhatian. Bagaimana dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat bisa diminimalisir harus jelas. Kemudian bicara manfaat, penyerapan tenaga kerja juga harus diperhatikan. Masyarakat sekitar harus diakomodir sepanjang memiliki kompetensi dan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Meski memberikan sejumlah catatan, GP Ansor Bantargebang menegaskan dukungannya terhadap pembangunan PSEL Kota Bekasi. Dukungan tersebut sekaligus dibarengi komitmen untuk ikut mengawal dan mengawasi proses pembangunan hingga pelaksanaan PSEL ke depan.
“GP Ansor Bantargebang pada prinsipnya mendukung dan siap mengawal. Kami akan melihat dan mengawasi prosesnya, mulai dari pembangunan sampai pelaksanaan ke depan,” kata Egi.
Menurut Egi, fungsi pengawasan diperlukan agar proyek strategis tersebut tidak hanya berhasil dari sisi teknis, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Ia berharap PSEL benar-benar menjadi solusi persoalan sampah, meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, membuka peluang bagi masyarakat sekitar, serta pada akhirnya membawa maslahat bagi Kota Bekasi, khususnya masyarakat Bantargebang. ***



Tinggalkan Balasan