GUGAH – Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kota Bekasi menyepakati pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pendirian Politeknik Lingkungan Hidup dan Energi Sirkular (Persampahan) dalam rapat organisasi yang digelar di Bekasi, Sabtu (15/8/2026).
Pembentukan Pokja tersebut menjadi langkah awal IKA PMII Kota Bekasi untuk merealisasikan gagasan pendirian perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada bidang lingkungan hidup, persampahan, dan energi sirkular.
Gagasan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Kota Bekasi yang menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas pengelolaan sampah berskala besar serta tengah bersiap menyambut pengoperasian Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ketua Pokja Pendirian Politeknik, Waryo, mengatakan pendirian kampus vokasi tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri. Menurutnya, keberadaan politeknik juga diharapkan memberikan dampak sosial sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi keluarga besar alumni.
“Urgensi dan kebermanfaatan pendirian politeknik ini tidak hanya menyasar pada sektor industri, tetapi juga bagaimana keberadaannya dapat bermanfaat bagi keluarga alumni agar semakin berdaya guna,” kata Waryo di Bekasi, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Waryo, inisiatif tersebut juga menjadi bentuk keterlibatan IKA PMII dalam merespons persoalan lingkungan yang dihadapi Kota Bekasi.
“Secara lingkungan, ini menjadi bentuk konkret kepedulian IKA PMII terhadap daerah dan masa depan Kota Bekasi,” ujarnya.
Sekretaris IKA PMII Kota Bekasi, Indra Lesmana, menambahkan bahwa gagasan pendirian politeknik berangkat dari kebutuhan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Politeknik ini adalah kebutuhan nyata yang bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Bekasi dan masyarakat umum,” ungkap Indra.
Setelah pembentukan Pokja disepakati, tim selanjutnya akan menyusun berbagai dokumen teknis dan akademis yang diperlukan dalam proses pendirian perguruan tinggi vokasi. Proses tersebut akan disesuaikan dengan standar dan regulasi nasional mengenai pendirian perguruan tinggi swasta.
Tahapan persiapan antara lain mencakup penyusunan studi kelayakan, perancangan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan ekonomi sirkular, pemenuhan tenaga dosen sesuai persyaratan, serta penyediaan fasilitas pendukung, termasuk laboratorium teknis.
Selain itu, Pokja juga akan membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis dengan pengelola PSEL maupun sektor industri hijau yang berkembang di wilayah Kota Bekasi.
Melalui pembentukan Pokja tersebut, IKA PMII Kota Bekasi berharap gagasan pendirian Politeknik Lingkungan Hidup dan Energi Sirkular dapat berkembang menjadi institusi pendidikan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang lingkungan dan persampahan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah. ***



Tinggalkan Balasan