Gus Yahya Ziarah ke Tebuireng, Peziarah Meningkat Jelang Muktamar NU

|

GUGAH – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berziarah ke makam masyayikh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Selasa (25/8/2026) malam.

Ziarah tersebut dilakukan Gus Yahya setelah bersilaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Mahrus. Gus Yahya tiba di Tebuireng sekitar pukul 20.40 WIB, didampingi KH Amin Said Husni dan KH Maskuri Malik.

Kedatangan Gus Yahya berlangsung di tengah meningkatnya arus peziarah ke makam masyayikh Tebuireng menjelang Muktamar Ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Baca Juga:  Workshop Pesantren Hadirkan Ketum PBNU, Dinilai Jadi Momentum Konsolidasi Jelang Muktamar NU?

Juru kunci makam, Muhammad Agus Saputra, menyebut jumlah peziarah saat ini meningkat hingga dua-tiga kali lipat dibanding kondisi normal.

“Biasanya bulan Agustus itu sepi karena banyak agenda di desa. Biasanya 70-90 bus dalam sehari, sekarang mencapai 180 bus dalam sehari,” kata Agus dikutip dari NU Online.

Menurut Agus, jumlah tersebut masih berpotensi meningkat saat puncak pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Untuk mengantisipasi lonjakan peziarah, makam masyayikh Tebuireng akan dibuka selama 24 jam selama Muktamar berlangsung.

Baca Juga:  Anggaran Mamin Disoal, PIM Desak Camat Pasar Kemis Buka ke Publik

Agus juga mengimbau para muktamirin yang berziarah untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

“Untuk para muktamirin yang berziarah ke Tebuireng, mohon menjaga kesehatan, akhlak, menghormati orang lain, dan berhati-hati dengan barang bawaan,” ujarnya.

Sebagai santri Tebuireng, Agus berharap Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membawa NU semakin maju.

Baca Juga:  Puan Maharani Komentari Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi: Akan Mempengaruhi Persepsi Masyarakat

Ia menilai harapan tersebut sejalan dengan keteladanan para masyayikh Tebuireng, mulai dari KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, hingga KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dikenal memiliki komitmen terhadap toleransi dan persatuan.

“Sebagai santri kita harus menjunjung tinggi solidaritas dan ukhuwah Islamiyah di Muktamar ini,” katanya.

Usai berziarah di Tebuireng, rombongan Gus Yahya melanjutkan perjalanan menuju makam KH Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran