GARUT – Yayasan Ar-Raudhotun Nur yang berlokasi di Kampung Pamukiman, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, terus menguatkan peranannya sebagai pusat pendidikan dan syiar Islam melalui kegiatan pangaosan (pengajian) rutin yang digelar setiap Kamis pada awal bulan Hijriah.
Kegiatan ini menjadi agenda tetap yang diikuti oleh santri, masyarakat sekitar, serta para wali murid. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai setiap pelaksanaan pengajian, yang tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan pengajian ini berlandaskan pada nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah, yang menekankan keseimbangan antara akidah, syariah, dan akhlak, serta mengedepankan sikap tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran) dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, Yayasan Ar-Raudhotun Nur juga berkomitmen dalam pengembangan pendidikan Islam yang terintegrasi. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan berbagai lembaga pendidikan yang dikelola, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) Plus, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), hingga Pondok Pesantren (Ponpes).
Pimpinan Yayasan, KH. Adis Abdulloh Effendi, menyampaikan bahwa kegiatan pangaosan rutin ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam akidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, serta tumbuh generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan tetap teguh memegang prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui seluler wathsapp, pada (03/5/26).
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda sejak usia dini hingga remaja, dengan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum secara seimbang.
Dengan konsistensi dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan pendidikan berbasis Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah, Yayasan Ar-Raudhotun Nur diharapkan terus menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat religius, moderat, dan berdaya di wilayah Bayongbong dan sekitarnya.***



Tinggalkan Balasan