GUGAH – Di sebuah ruangan sederhana di Jalan Nagrog III, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, puluhan anak muda tampak serius menatap layar komputer pada Selasa (28/7/2026). Jemari mereka mulai merangkai garis, warna, dan huruf, mempelajari keterampilan yang diharapkan dapat membuka jalan menuju peluang usaha di sektor ekonomi kreatif.
Sekitar 50 pemuda dan warga usia produktif mengikuti Pelatihan Desain Grafis Sablon, program pemberdayaan yang merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat hasil reses Anggota DPRD Kota Bandung Dapil 3, AA Abdul Rozak. Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Selama pelatihan, peserta dibimbing mengenal dasar-dasar desain grafis hingga proses produksi sablon modern. Keterampilan tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang cukup luas, mulai dari kebutuhan pelaku UMKM, sekolah, hingga berbagai kegiatan komunitas.
Di hadapan para peserta, AA Abdul Rozak menilai pelatihan ini bukan sekadar transfer keterampilan, melainkan investasi untuk menumbuhkan wirausaha muda di Kota Bandung.
“Kami sangat bangga melihat semangat kurang lebih 50 anak muda dan warga yang hadir hari ini. Kami berharap lulusan dari pelatihan desain grafis dan sablon ini tidak berhenti hanya sampai di sini. Goal utamanya adalah lahirnya usaha-usaha baru berbasis ekonomi kreatif yang dikelola langsung oleh anak-anak muda ini. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menekan angka pengangguran, khususnya di Dapil 3,” ujar AA Abdul Rozak.
Menurutnya, kreativitas generasi muda membutuhkan ruang untuk berkembang. Karena itu, program pemberdayaan semacam ini diharapkan menjadi jembatan antara potensi yang dimiliki anak muda dengan peluang ekonomi yang tersedia.
“Pelatihan ini diciptakan untuk memicu serta menggali potensi dan peluang baru yang selama ini belum tergarap oleh generasi muda. Anak-anak muda kita punya kreativitas dan semangat tinggi, tugas kami di legislatif adalah membuka jalannya serta memfasilitasi keterampilannya,” tambahnya.
Pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses. Selain menyerap kebutuhan warga, program ini diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Bagi para peserta, pelatihan ini bukan hanya menghadirkan pengalaman baru, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun usaha berbasis kreativitas. Dari sebuah desain yang lahir di layar komputer, diharapkan tumbuh usaha-usaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat di Ujungberung serta wilayah sekitarnya.***



Tinggalkan Balasan