Remaja Desa Dampingan Lakpesdam NU Indramayu Dibekali Digital Marketing untuk Cegah Perkawinan Anak

|

GUGAH — Puluhan remaja yang tergabung dalam Forum Anak desa dampingan Program Inklusi Lakpesdam PCNU Indramayu mendapatkan pelatihan keterampilan digital marketing sebagai bekal menghadapi perkembangan ekonomi digital sekaligus memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak.

Pelatihan bertajuk Kelas Inspiratif dan Pertemuan Rutin Forum Anak: Edukasi Skill Digital Marketing bagi Remaja itu digelar di Aula STIDKI NU Indramayu, Minggu (26/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2026.

Kegiatan menghadirkan pegiat digital marketing Fatkhudin dan content creator Ela Nurlaelah. Peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar digital marketing, pemanfaatan media sosial secara produktif, strategi membangun personal branding, hingga peluang memperoleh penghasilan melalui platform digital.

Baca Juga:  Truk Hantam Belakang Bus Bhinneka di Pantura Indramayu, Sopir Patah Kaki

Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik dengan membuat konten digital sederhana. Mereka menyusun konsep, merekam video pendek, kemudian mendiskusikan strategi agar konten memiliki nilai komunikasi dan pemasaran yang lebih efektif.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi atau Almak, mengatakan pelatihan tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan kapasitas remaja agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, peningkatan kapasitas juga menjadi salah satu pendekatan untuk mencegah praktik perkawinan anak di desa-desa dampingan.

Baca Juga:  Berakhir Pilu, Kisah Pemancing di Sungai Blok Bong yang Tak Kembali ke Rumah

“Melalui kelas inspiratif ini kami ingin memberikan peningkatan kapasitas secara individu agar anggota Forum Anak memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dalam menghadapi masa remaja menuju dewasa. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi salah satu strategi pencegahan perkawinan anak di desa-desa dampingan melalui penguatan kapasitas, keterampilan, dan kepercayaan diri remaja,” ujar Almak.

Ia menambahkan, remaja yang memiliki keterampilan, wawasan, dan cita-cita akan lebih siap merencanakan masa depannya. Hal tersebut diharapkan dapat membentengi mereka agar tidak mudah terjebak dalam praktik perkawinan anak.

Selain pelatihan digital, peringatan HAN dan HPI diisi dengan pembacaan puisi oleh perwakilan Forum Anak dari masing-masing desa dampingan. Melalui karya sastra tersebut, para peserta menyampaikan pesan tentang hak anak, pentingnya pendidikan, harapan terhadap masa depan, serta ajakan mencegah perkawinan anak.

Baca Juga:  Gempur Korupsi! Aksi Kliwonan Desak Bupati Stop Main Mata

Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas remaja tidak hanya dilakukan melalui edukasi formal, tetapi juga dengan membekali mereka keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menyediakan ruang berekspresi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan kepercayaan diri remaja sehingga mereka lebih siap merencanakan masa depan dan berperan sebagai pelopor pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Indramayu.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran