GUGAH – Operasi pencarian terhadap Riyanto (21), korban yang dilaporkan tenggelam di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akhirnya membuahkan hasil. Setelah tujuh hari pencarian, tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan informasi penemuan jenazah diterima Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung bersama tim SAR gabungan pada Rabu (22/7) pukul 22.27 WIB.
“Setelah menerima informasi mengenai penemuan jenazah, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi yang berada sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 00.10 WIB,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis.
Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani proses identifikasi. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Riyanto, warga yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah tenggelam di Waduk Jatiluhur.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak keluarga memastikan jenazah tersebut merupakan Riyanto yang sebelumnya dilaporkan hilang,” kata dia.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Korban dibawa ke rumah duka di Dusun Karangmulya RT 01/05, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.
Ade menjelaskan, operasi pencarian melibatkan 71 personel gabungan dari berbagai instansi dan organisasi, di antaranya Basarnas, Satpolairud Purwakarta, Brimob Polda Jawa Barat, BPBD Purwakarta, BPBD Subang, Dinas Pemadam Kebakaran Purwakarta, serta sejumlah relawan SAR.
Selama proses pencarian, tim mengerahkan berbagai peralatan pendukung, seperti perahu LCR, River Boat, Rescue Carrier, kendaraan operasional, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan keselamatan untuk personel yang bertugas.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” kata dia.***



Tinggalkan Balasan