Pendidikan Kepemiluan Bawaslu Purwakarta Diapresiasi Komunitas Disabilitas

|

GUGAH – Komunitas Disabilitas Bojong Bergerak menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bawaslu Kabupaten Purwakarta atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan penguatan pemahaman kepemiluan bagi kelompok penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Bawaslu dalam mewujudkan proses demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Sebagai kelompok yang memiliki hak politik yang sama sebagaimana dijamin dalam konstitusi, penyandang disabilitas perlu memperoleh akses terhadap informasi kepemiluan yang mudah dipahami, sehingga mampu berpartisipasi secara aktif dan bermakna dalam setiap tahapan pemilu.

Baca Juga:  Musyawarah Mufakat, Sahabat Rizki Terpilih Pimpin PAC GP Ansor Indihiang

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Purwakarta telah menunjukkan peran strategisnya dalam meningkatkan literasi demokrasi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat disabilitas mengenai hak, kewajiban, serta pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu.

Dzikri Abazis Subekti, Pembina Yayasan Disabilitas Bojong Bergerak menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem demokrasi yang ramah disabilitas.

Baca Juga:  Dede Soemarsah: Kader GP Ansor Bukan Hanya Siap Dipimpin dan Siap Memimpin, tetapi Harus Siap Terpimpin

Edukasi yang diberikan tidak hanya memperluas wawasan kepemiluan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas untuk menggunakan hak pilih serta berkontribusi dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Komunitas Disabilitas Bojong Bergerak berharap sinergi antara Bawaslu Kabupaten Purwakarta dengan organisasi penyandang disabilitas dapat terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan politik yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Ketua KKG PJOK Pondokmelati Tekankan Dukungan Orang Tua Atlet O2SN

Dengan demikian, prinsip kesetaraan, aksesibilitas, dan inklusivitas dalam penyelenggaraan pemilu dapat semakin terwujud, sehingga tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam kehidupan demokrasi.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran