KMC Galuh Taruna–Bandung Terjunkan 40 Mahasiswa, Bakti Sosial Dua Pekan Digelar di Desa Utama Ciamis

|

GUGAH – Komitmen mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah kembali diwujudkan oleh Keluarga Mahasiswa Ciamis (KMC) Galuh Taruna–Bandung. Organisasi mahasiswa asal Ciamis yang telah berdiri sejak 1979 itu resmi membuka program Bakti Sosial Kemasyarakatan (BSK) 2026 di Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (21/7/2026).

Program pengabdian yang berlangsung hingga 6 Agustus 2026 tersebut melibatkan 40 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung. Selama lebih dari dua pekan, para peserta akan tinggal dan berinteraksi bersama warga untuk menjalankan berbagai program di bidang sosial, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan BSK 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Pembukaan kegiatan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, Pemerintah Desa Utama, sejumlah perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Orda Ciamis UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Baca Juga:  Balad Galuh Setia PSGC Meski Jadi Tim Satelit Persib

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak lagi dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya bersama memperkuat pembangunan berbasis partisipasi warga.

Ketua Umum KMC Galuh Taruna–Bandung, Banni Anggarisy (Obet), mengatakan BSK merupakan agenda pengabdian yang menjadi identitas organisasi. Menurutnya, sebagai organisasi mahasiswa yang telah memasuki usia 47 tahun, KMC akan terus menjaga komitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi Kabupaten Ciamis.

Ia menegaskan, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat langsung.

Pemerintah Desa Utama menyambut positif dipilihnya wilayah mereka sebagai lokasi pelaksanaan BSK 2026. Pemerintah desa berharap seluruh peserta mampu menjalankan setiap program secara bertanggung jawab, menjaga etika selama berada di tengah masyarakat, serta meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan warga.

Dalam sambutannya, pemerintah desa juga mengingatkan bahwa nilai utama pengabdian adalah memberikan manfaat bagi sesama, sejalan dengan pesan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Baca Juga:  Sepeda Motor Tetiba Terbakar Hebat di SPBU Parungpanjang Bogor

Pembina KMC Galuh Taruna–Bandung, Johan Jauhari Anwari, mengingatkan para peserta agar tidak memaknai BSK hanya sebagai rangkaian pelaksanaan program kerja. Menurutnya, esensi kegiatan justru terletak pada proses belajar hidup bersama masyarakat.

Ia menilai ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi akan memiliki nilai lebih ketika mampu diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan. Karena itu, ia mendorong mahasiswa membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat agar setiap program benar-benar memberikan dampak yang berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan perwakilan Galuh Puseur Ciamis, H. Wasdi, yang mengajak peserta menjadikan masyarakat sebagai ruang belajar.

“Yang paling utama dari bakti sosial adalah belajar bermasyarakat. Jangan pernah merasa lebih tahu dari masyarakat, karena banyak pelajaran hidup yang justru lahir dari pengalaman mereka. Rendah hati, berbaur, dan jadikan masyarakat sebagai guru,” pesannya.

Baca Juga:  Terbang dari Bandara Kertajati, Jemaah Haji Ciamis 2026 Dilepas Bupati

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Utama yang telah mendukung penyelenggaraan BSK 2026. Ia berharap para mahasiswa mampu menjalankan peran sebagai agen perubahan dengan menghadirkan program pengabdian yang tepat sasaran.

Selain membangun kepedulian sosial, mahasiswa juga didorong memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Indonesia harus terus dipelihara melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan akademisi. Kehadiran mahasiswa di Desa Utama diharapkan tidak hanya menghasilkan program jangka pendek, tetapi juga memperkuat semangat “Guyub Ngawangun Galuh” sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Ciamis yang partisipatif dan berkelanjutan.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran