PURWAKARTA – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta dipastikan berlangsung kompetitif. Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Parid, kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Plered yang secara resmi mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Liunggunung.
Berbekal latar belakang santri dan akademisi manajemen, Parid membawa misi besar untuk membawa perubahan signifikan di tanah kelahirannya.
Pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 mendatang ini akan menjadi ajang pembuktian visi bagi Parid yang telah ditetapkan mendapatkan nomor urut 2. Dalam kontestasi ini, ia akan berkompetisi dengan dua tokoh lainnya, yakni Iwan Sudandi dan Dadan Sulasmana.
Empat Pilar Perubahan: Nyantri, Nyakola, Nyunda, dan Muda
Sebagai kandidat yang besar di lingkungan pesantren, Parid menawarkan program unggulan yang komprehensif untuk memajukan Desa Liunggunung. Pilar utamanya dirangkum dalam empat konsep strategis:
-
Nyantri: Fokus pada pencetakan generasi muda yang religius melalui gerakan Magrib Mengaji di setiap RT. Parid menekankan pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an bagi anak-anak serta komitmen penuh untuk memajukan sekolah agama, majelis taklim, dan pondok pesantren.
-
Nyakola: Meluncurkan gerakan “Barudak Daek Sakola” dengan memfasilitasi beasiswa KIP bagi pemuda yang ingin melanjutkan ke jenjang kuliah. Ia juga memiliki visi besar untuk membangun sekolah tingkat SLTP dan SLTA di wilayah Desa Liunggunung guna mempermudah akses pendidikan warga.
-
Nyunda: Melestarikan budaya Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang dikolaborasikan dengan pelestarian budaya Sunda yang mendidik. Hal ini mencakup dukungan penuh bagi paguron pencak silat serta kolaborasi aktif dengan para penggiat seni dan budaya lokal.
-
Muda: Mengoptimalkan potensi kepemudaan dengan mendukung penuh kegiatan olahraga, organisasi kepemudaan, serta penyaluran bakat para pemuda Desa Liunggunung.
Komitmen Kesejahteraan dan Nasihat Ulama
Selain pilar tersebut, Parid menjanjikan transformasi pelayanan publik yang lebih baik serta upaya mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berencana membangun kolaborasi strategis dengan sektor perusahaan di wilayah sekitar demi kepentingan dan kebaikan masyarakat luas.
Prinsip kepemimpinan yang ditawarkan Parid tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual. Ia menegaskan bahwa dalam setiap langkah kebijakan yang diambil, dirinya akan selalu mengikuti nasihat para ulama sebagai kompas moral dalam memimpin desa.
Profil dan Latar Belakang
Parid merupakan putra daerah yang memiliki rekam jejak pendidikan yang kuat, baik formal maupun agama. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Liunggunung, kemudian melanjutkan ke SMPN Plered dan SMAN 2 Purwakarta. Kedalaman ilmu agamanya ditempa di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, sementara kemampuannya dalam tata kelola organisasi diperkuat melalui gelar S1 Manajemen Bisnis dari STIE Wikara.
Dengan perpaduan latar belakang santri, aktivis Ansor, dan pemahaman manajemen bisnis, Parid dinilai menjadi figur muda yang membawa harapan baru bagi masyarakat Liunggunung dalam pemilihan yang tinggal menghitung hari tersebut.



Tinggalkan Balasan