Gelar Diskusi Aswaja, Kader Ansor Kesambi Perkuat Tradisi Intelektual Kaum Muda

|

GUGAH – Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, menggelar diskusi bertema “Aswaja Masa Lalu dan Masa Kini” sebagai tindak lanjut pasca mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembacaan shalawat tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al-Ihya, Rabu (8/7/2026).

Diskusi menghadirkan intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon, Gus Roqiyul Ma’arif Syam, yang mengulas konsep Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) berdasarkan pemikiran KH. Said Aqiel Siradj.

Baca Juga:  Sentuhan Budaya Dunia di Bandung, Mahasiswa HI IWU Gelar Global Mosaic 2026 di Bhumi Kiwari

Dalam pemaparannya, Gus Oqi—sapaan akrab Roqiyul Ma’arif Syam—menjelaskan bahwa Aswaja tidak hanya dipahami sebagai identitas keagamaan, tetapi juga sebagai Manhajul Fikr (metode berpikir), Manhajul Harakah (metode bergerak), dan Manhajus Siyasah (metode berpolitik). Menurutnya, pemahaman tersebut penting dimiliki kader Ansor agar mampu mengambil peran strategis di tengah masyarakat.

“GP Ansor sebagai pemuda atau bentengnya Nahdlatul Ulama harus memiliki ketajaman dalam memahami apa itu Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dari berbagai sudut pandang para ulama kita di NU,” tuturnya.

Baca Juga:  Ansor Kota Bandung Dukung Keputusan Kejari Terkait Kasus Erwin dan Rendiana Awangga

Gus Oqi yang juga merupakan kandidat doktor di University of Kent, Inggris, menilai penguatan wawasan keaswajaan menjadi bekal penting bagi kader Ansor dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai kader NU.

Salah seorang kader Ansor Kesambi, Wildan Fauzi, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, forum diskusi menjadi ruang penting untuk memperkuat kapasitas intelektual kader, sehingga Ansor tidak hanya dikenal karena militansi organisasinya, tetapi juga kualitas pemikirannya.

Baca Juga:  Ansor: 9 Bintang di Antara Hegemoni 9 Naga dan 9 Haji – Catatan Seorang Ansor

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan menjadi rutinitas intelektual kader Ansor, selain dari agenda sebelumnya yaitu rutinan dzikir dan shalawat yang sudah melekat dari agenda-agenda Ansor,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, GP Ansor Kesambi berharap tradisi diskusi dan penguatan wawasan keislaman terus tumbuh sebagai bagian dari proses kaderisasi, sehingga mampu melahirkan generasi muda NU yang berkarakter, berpikiran terbuka, dan siap mengabdi kepada masyarakat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran