Program Magang Nasional Dibuka Juli 2026, Gelombang Pertama Targetkan 50 Ribu Peserta

|

GUGAH – Pemerintah akan mulai menjalankan Program Magang Nasional pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Pada tahap awal, program ini ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu peserta sebelum diperluas secara bertahap hingga mencapai 150 ribu peserta.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan Program Magang Nasional menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun 2026 yang telah disiapkan pemerintah.

Baca Juga:  BGN Tegaskan Akan Tunda Operasional Dapur Baru

“Sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp6,26 triliun, yang terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK,” kata Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, Program Magang Nasional tahun ini akan dimulai pada Juli 2026 dengan pelaksanaan yang dibagi dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama ditargetkan dapat menjaring sekitar 50 ribu peserta.

Baca Juga:  Aksi Kamisan Desak Pemerintah Benahi Keselamatan, Doa dan Tabur Bunga Digelar di Bekasi Timur

Selain memberikan pengalaman kerja, program tersebut juga menyediakan berbagai dukungan bagi peserta selama mengikuti magang. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Kurnia menjelaskan anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai uang saku peserta selama enam bulan. Besaran uang saku disesuaikan dengan upah minimum yang berlaku di masing-masing daerah.

Selain itu, dana tersebut juga mencakup pembiayaan sertifikasi kompetensi, pelatihan, pendampingan mentor di tempat magang, hingga dukungan operasional melalui ekosistem digital Maganghub yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca Juga:  Natalius Pigai Sebut Pernyataan Amien Rais Bukan Kebebasan Berpendapat Tapi Diduga Pelanggaran HAM

Pemerintah juga membuka peluang keterlibatan dunia usaha dalam pembiayaan program tersebut melalui skema berbagi biaya dengan perusahaan mitra.

“Dengan kemungkinan formulasi tertentu yang saat ini masih dalam tahap pembahasan,” tutur Kurnia.

Program Magang Nasional menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri sekaligus mendukung pemulihan ekonomi. Hingga akhir pelaksanaan, pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu peserta dapat mengikuti program tersebut melalui beberapa tahap rekrutmen yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli 2026.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran