GUGAH – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang menegaskan akan menunda terlebih dulu jadwal operasional dari dapur-dapur baru yang saat ini sedang membangun. Alasannya, untuk menata sebaran dapur eksisting.
“Kita gak buka (operasional dapur) yang baru dulu, termasuk pendaftarannya,” kata Nanik, usai dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto, awal pekan ini.
Saat ini pihaknya akan konsen terlebih dulu pada prinsip efisiensi dan langkah penataan dapur. Saat ini, eksisting dapur yang telah beroperasi berdasarkan data virtual acount se- Indonesia berjumlah 27.877 titik.
“Kita akan tata, apakah jumlah dapur sekarang sudah bisa melayani dengan jumlah penerima manfaat yang ada, atau bahkan sudah lebih,” tegas Nanik.
Diketahui, mengacu terhadap data yang dirilis BGN, di Purwakarta jumlah dapur yang telah beroperasi saat ini sebanyak 174 titik. Bertambah 69 dapur dari jumlah pemetaan awal di kabupaten tersebut, 105 titik.
Dan dari sekian banyak dapur yang beroperasi, rata-rata dapur saat ini mengelola 1000-2000 porsi pada setiap hari. Di luar itu, belasan dapur juga didapati dalam status persiapan, atau proses membangun.
Progresnya bervariasi, 20 hingga 90 persen. Sebagian kecil bahkan dilaporkan siap diverifikasi kelaikan dan kesiapannya oleh BGN.***



Tinggalkan Balasan