Sempat Hilang Saat ‘Solo Hiking’, Remaja 15 Tahun Ditemukan Selamat di Perkebunan Subang

|

GUGAH – Azhar Nursyekha Kamal (15), remaja asal Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, yang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian tunggal (solo hiking) di Jalur Lembah Tengkorak, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Rabu (24/6/2026) pagi.

Korban ditemukan oleh seorang warga bernama Hanli yang sedang berkebun di wilayah Desa Sukasari, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Lokasi penemuan tersebut berada sekitar 4 kilometer dari titik perkiraan terakhir keberadaan korban.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan yang melibatkan 74 personel dari berbagai unsur telah bersiap melakukan penyisiran hari kedua dengan membagi tim ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Namun, pada pukul 08.00 WIB, informasi mengenai ditemukannya korban oleh warga langsung mengarahkan fokus tim untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga:  Uji Kompetensi Tahunan Digelar, Akankah Birokrasi Subang Berubah atau Hanya Seremonial?

Setelah dijemput dari lokasi perkebunan, korban langsung dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dan penanganan medis guna memastikan kondisi kesehatannya pasca-tersesat di hutan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas sinergi seluruh pihak, termasuk warga lokal yang menjadi kunci penemuan korban.

Baca Juga:  Sinergi Pemuda Cianjur: Kolaborasi Literasi dan Aksi Lingkungan di Taman Prawatasari

“Alhamdulillah, survivor atas nama Azhar Nursyekha Kamal berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, masyarakat setempat, serta keluarga yang telah bekerja sama. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang baik,” ujar Ade Dian Permana, Rabu (24/6/2026).

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR secara resmi diusulkan ditutup pada pukul 12.10 WIB. Seluruh personel gabungan yang terlibat telah ditarik dan dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Baca Juga:  Kementan Turun ke Subang, Program UPLAND Diminta Tak Sekadar Serapan Anggaran

Meski operasi ini berakhir dengan selamat, Ade Dian kembali mengingatkan para penggiat alam bebas untuk menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama.

Ia menekankan pentingnya persiapan matang sebelum melakukan pendakian, seperti membawa perlengkapan logistik yang memadai, memahami jalur, dan sangat tidak disarankan untuk melakukan pendakian seorang diri (solo hiking), terutama bagi pendaki usia remaja.

“Pastikan selalu menginformasikan rencana perjalanan secara detail kepada keluarga maupun pihak pengelola jalur pendakian atau basecamp setempat demi meminimalkan risiko fatal jika terjadi keadaan darurat,” pungkas Ade.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran