GUGAH – PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 230 persen secara tahunan menjadi Rp6,70 triliun sebagai hasil dari transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kinerja di tengah dinamika pasar dan perubahan kebijakan.
“Transformasinya sudah mulai menunjukkan hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan,” ujar Dony dalam keterangannya dikutip dari Antara, Jumat (18/6).
Hingga Mei 2026, Pupuk Indonesia Group mencatat pendapatan year-to-date (YTD) sebesar Rp47,71 triliun atau tumbuh 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja operasional yang semakin solid turut mendorong EBITDA mencapai Rp11,36 triliun atau meningkat 132 persen. Sementara itu, laba bersih perusahaan melonjak 230 persen menjadi Rp6,70 triliun.
Sejalan dengan capaian tersebut, BP BUMN dan Danantara terus mendorong Pupuk Indonesia memperkuat kinerja bisnis sekaligus menjaga perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pada 19 Juni 2026, Dony menggelar pertemuan dengan jajaran direksi Pupuk Indonesia untuk membahas perkembangan bisnis perusahaan serta berbagai isu strategis yang memengaruhi industri pupuk nasional.
Pembahasan meliputi dinamika pasar pupuk, pengelolaan risiko akibat fluktuasi harga komoditas (market-to-market), antisipasi perubahan skema subsidi, hingga penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar semakin tepat sasaran.
Menurut Dony, langkah-langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan sekaligus memastikan sektor pupuk tetap mampu menopang produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Ia menilai capaian yang diraih Pupuk Indonesia menunjukkan bahwa transformasi bisnis perusahaan berada di jalur yang tepat dan perlu terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Melalui transformasi yang berkelanjutan, pengelolaan risiko yang lebih adaptif, serta tata kelola distribusi yang semakin baik, Pupuk Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.***



Tinggalkan Balasan